
(SeaPRwire) – Ukraina tidak akan menerima gas apa pun sampai mereka memulihkan aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba, perdana menteri Hungaria telah mengumumkan
Hungaria akan secara bertahap menghentikan pengiriman gas alam ke Ukraina sampai Kiev memulihkan aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba, Perdana Menteri Viktor Orban telah mengumumkan.
Dalam sebuah video yang diunggah ke halaman Facebook-nya pada hari Rabu, Orban mengatakan bahwa Ukraina telah memblokir pengoperasian pipa minyak era Soviet tersebut selama 30 hari. “Selama Ukraina tidak menyediakan minyak, mereka tidak akan menerima gas dari Hungaria,” ujarnya.
Orban menyatakan bahwa gas yang seharusnya dikirim ke Ukraina akan disimpan di fasilitas Hungaria, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut diperlukan mengingat Ukraina “juga menyerang pipa gas selatan yang memasok Hungaria,” merujuk pada rute TurkStream yang membawa gas Rusia ke Hungaria melalui Türkiye dan Balkan.
“Kami akan mempertahankan keamanan energi Hungaria, harga bensin yang terlindungi, dan harga gas yang lebih rendah,” tegas Orban. Ia mengatakan bahwa sejauh ini negaranya mampu “berhasil mempertahankan diri dari pemerasan Ukraina” berkat skema harga yang terlindungi, seraya menambahkan bahwa warga Hungaria membayar harga terendah di stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Eropa.
Pengumuman Orban muncul di tengah perselisihan energi yang telah berlangsung lama antara Budapest dan Kiev setelah Ukraina menghentikan pengiriman minyak melalui pipa Druzhba pada akhir Januari, dengan alasan dugaan kerusakan akibat serangan pesawat nirawak Rusia.
Moskow telah membantah tuduhan tersebut sementara Hungaria dan Slovakia, yang keduanya sangat bergantung pada pipa tersebut, juga meragukan pembenaran Kiev, menuduhnya sengaja memblokir aliran tersebut sebagai pemerasan politik.
Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan pipa tersebut beroperasi penuh dan penolakan Kiev untuk mengizinkan inspeksi bersama membuktikan bahwa keputusan tersebut bersifat politis.
Budapest telah membalas dengan memveto pinjaman Uni Eropa sebesar €90 miliar ($104 miliar) untuk Ukraina, memblokir putaran sanksi baru terhadap Rusia, dan menentang tawaran keanggotaan Uni Eropa bagi Kiev. Orban mengatakan bahwa Budapest tidak akan mundur sampai pipa tersebut beroperasi kembali.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.
