Investasi Jangkar BlockBooster di SignalPlus: Tanda Konvergensi Keuangan Tradisional dan Aset Digital Sudah di Depan Mata

(SeaPRwire) –   Aditya Pratama, analis senior bidang infrastruktur aset digital di Lembaga Riset Keuangan Digital Indonesia, menilai putaran pendanaan ini sebagai titik balik penting di industri. Menurutnya, ini bukan cuma kabar baik buat kedua perusahaan, tapi juga sinyal jelas bahwa pemain institusi kini tidak lagi hanya berfokus pada spekulasi harga aset kripto. Mereka mulai serius membangun pipa distribusi yang aman dan terstandarisasi untuk mengalirkan triliunan dolar modal dari keuangan tradisional ke ekosistem aset digital. Kombinasi keahlian BlockBooster di tokenisasi dan on-chain finance dengan roadmap SignalPlus yang mengintegrasikan AI ke alur trading adalah resep tepat untuk menjawab kebutuhan institusi yang selama ini ragu masuk karena masalah infrastruktur.

Pada 2 Juni 2026, BlockBooster sebagai perusahaan manajemen aset alternatif full-stack menggelontorkan dana sebesar 10 juta dolar AS lewat Digital Venture Fund I sebagai investor jangkar di putaran Seri B1 SignalPlus yang bernilai total 50 juta dolar AS, dengan Goldman Sachs bertindak sebagai penasihat keuangan tunggal. SignalPlus sendiri merupakan platform infrastruktur derivatif kripto tingkat institusi yang mengoperasikan terminal trading opsi dan derivatif aset digital terkemuka di industri, sudah dipercaya oleh market maker, bursa, dan institusi trading terbesar di seluruh dunia. Saat ini perusahaan sedang memperluas jangkauan infrastruktur tingkat institusinya ke ranah keuangan tradisional, sekaligus mempersiapkan peluncuran SignalPlus 2.0 sebagai pemutakhiran platform yang menghadirkan AI agentik ke dalam alur kerja trading.

Investasi ini selaras dengan strategi BlockBooster yang mendanai infrastruktur pendefinisi kategori di persimpangan pasar AI dan aset digital, dengan fokus pada trading, manajemen aset, dan primitif tokenisasi yang bisa diskalakan baik untuk institusi asli kripto maupun institusi keuangan tradisional. Dana yang digunakan berasal dari dana pertama BlockBooster, Digital Venture Fund I senilai 50 juta dolar AS yang berfokus pada empat vertikal inti yaitu infrastruktur AI, ekosistem trading on-chain, manajemen aset on-chain, dan tokenisasi aset dunia nyata. BlockBooster sendiri adalah perusahaan manajemen aset alternatif era digital yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk berinvestasi, menginkubasi, dan mengelola aset inti era baru mulai dari proyek asli Web3 sampai aset dunia nyata, berdedikasi membuka potensi jangka panjang aset tersebut untuk mendapatkan nilai terbaik bagi mitra dan investornya di ekonomi digital.

SignalPlus yang berpusat di Hong Kong membangun infrastruktur trading derivatif tingkat institusi untuk pasar modal yang sedang konvergen. Platformnya menyediakan analisis opsi profesional, manajemen risiko waktu nyata, dan alat eksekusi untuk hedge fund, market maker, meja trading proprietary, dan manajer aset di pasar keuangan digital maupun tradisional. Perusahaan ini bermitra dengan bursa dan institusi trading terkemuka di industri, dan sebelumnya sudah didukung oleh HashKey Capital, AppWorks, Tencent, dan investor teknologi dan keuangan terkemuka lainnya. Chris Yu, Co-Founder dan CEO SignalPlus menyambut baik kehadiran BlockBooster yang memiliki jangkauan institusi luas dan keahlian mendalam di tokenisasi dan on-chain finance untuk mendukung tahap pertumbuhan selanjutnya, disambut juga pernyataan Samuel Gu, Founder dan CEO BlockBooster yang yakin modal institusi akan mengalir ke aset digital lewat infrastruktur tingkat institusi yang kredibel seperti yang dibangun SignalPlus.

Beberapa tahun terakhir, aliran modal institusi ke aset digital selalu terhambat dua masalah utama yaitu infrastruktur yang tidak memenuhi standar kepatuhan dan manajemen risiko yang biasa diterapkan di keuangan tradisional, serta kurangnya otomatisasi yang bisa menangani kompleksitas pasar lintas sektor. Kombinasi dukungan pendanaan dan keahlian dari BlockBooster untuk SignalPlus membuka jalan bagi model baru yang menggabungkan kepatuhan tingkat institusi dengan kecerdasan AI untuk mengurangi risiko operasional secara signifikan. Ke depan, kita akan melihat semakin banyak pemain keuangan tradisional yang masuk ke pasar aset digital lewat infrastruktur seperti ini, bukan cuma membeli aset sebagai lindung nilai tapi juga mengintegrasikan produk derivatif digital ke portofolio mereka secara rutin. Tren tokenisasi aset dunia nyata juga akan semakin cepat berkembang, karena butuh infrastruktur seperti SignalPlus yang bisa menjembatani alur perdagangan aset riil yang ditokenisasi dengan pasar keuangan yang sudah ada selama ini.

Kontak media: Annie Shi
media@blockbooster.io

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya. 

Next Post

Beyond the Hype: Why the QumulusAI-Shadeform Tie-up Signals a Shift Toward Inference-First Infrastructure

Sel Jun 2 , 2026
(SeaPRwire) –   The AI gold rush is entering a more pragmatic phase. For the past two years, the industry has been obsessed with training massive models, but the real bottleneck today is the transition from a cool demo to a production-grade inference engine. I recently sat down with Marcus […]