(SeaPRwire) – HANGZHOU, Tiongkok, 5 Nov. 2025 — Sebuah film dokumenter internasional inovatif, When Socrates Met Confucius, siap untuk debutnya yang akan datang di Jiangsu Satellite TV dan lembaga penyiaran di Yunani, menandai babak baru dalam dialog lintas budaya.

Diproduksi bekerja sama dengan Lion Television dari Inggris dan terinspirasi oleh buku terlaris karya penulis Yunani Christos Kafteranis, film berdurasi 90 menit ini telah mendapat dukungan resmi dari China’s National Radio and Television Administration, Chinese Embassy in Greece, dan Greek Ministry of Culture.
Memadukan kecerdasan buatan dengan wawasan sejarah, proyek ini menciptakan pertemuan simulasi antara dua filsuf terbesar dalam sejarah — Socrates dari Yunani kuno dan Kong Hu Cu dari Tiongkok. Melalui AI canggih, film ini menganalisis banyak teks dan ajaran yang dikaitkan dengan kedua tokoh bijak tersebut, membangun basis data dwibahasa yang memungkinkan dialog spekulatif yang menyerupai kehidupan nyata.

Richard Bradley, Co-founder dan Chief Creative Officer Lion Television, membagikan visi di balik proyek ini: “Kami mengambil dua filsuf besar dari Timur dan Barat, Kong Hu Cu dan Socrates, sebagai cara untuk menjelajahi pertukaran budaya. Tetapi kami menambahkan lapisan modern atau kontemporer, karena kami akan menghidupkannya dengan AI. Apa yang akan terjadi jika mereka bertemu? Apa yang akan mereka katakan satu sama lain? Karena mereka tidak pernah bertemu, kami dapat menggunakan AI untuk menyatukan mereka.”
Film dokumenter ini menggabungkan beberapa teknik bercerita: citra yang dihasilkan AI merekonstruksi rupa para filsuf, sementara wawancara pakar menawarkan perspektif ilmiah tentang pengaruh abadi mereka. Difilmkan di lokasi di Yunani dan Tiongkok, produksi ini mengunjungi situs-situs bersejarah yang terkait dengan setiap pemikir, menelusuri bagaimana ide-ide mereka terus bergema hingga saat ini.
Secara struktural, film ini menyandingkan latar sejarah mereka yang berbeda — Socrates di Zaman Keemasan Athena dan Kong Hu Cu di Dinasti Zhou akhir yang bergejolak — untuk menjelajahi bagaimana lingkungan mereka membentuk pandangan filosofis mereka.
Lebih dari sekadar eksperimen teknis, film ini bertujuan untuk mempromosikan visi “Komunitas dengan Masa Depan Bersama untuk Umat Manusia,” menggarisbawahi nilai abadi kearifan kuno di dunia yang terglobalisasi saat ini. Film ini telah menarik pujian industri di forum internasional seperti MIP London, MIPCOM, dan Hong Kong International Film & TV Market (FILMART), menghasilkan minat yang kuat dari distributor dan kreator.
Dengan menghidupkan kembali pemikiran klasik melalui inovasi modern, When Socrates Met Confucius menawarkan lensa unik tentang warisan budaya dan keterhubungan global. Audiens di seluruh dunia didorong untuk terus mengikuti perkembangannya untuk rilisnya.
Nama Perusahaan: Jiangsu Broadcasting Corporation International Co., Ltd.
Kontak Person: Zhu lijun
Email: lijun.zhu@jsbci.com
Situs web:
Foto-foto yang menyertai pengumuman ini tersedia di:
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.

