




(SeaPRwire) – By: Christian Pierce
Ekspor mobil bekas Tiongkok selama ini punya masalah inti. Sumber kendaraan tersebar di berbagai wilayah. Standar kualitas tidak seragam antar pemasok. Pembeli luar negeri harus berurusan dengan banyak pihak. Tidak ada jaminan layanan purna jual yang jelas. Banyak pembeli ragu memasok dalam jumlah besar.
Konferensi kedua ekspor mobil bekas Sichuan digelar 11 Juni 2026 di Chengdu. Lebih dari 40 pembeli utama dari Rusia, Asia Tengah dan negara BRI hadir. Hampir 500 perwakilan perusahaan mobil bekas Tiongkok ikut serta. Basis Shuangliu menandatangani perjanjian dengan 8 basis ekspor lain di seluruh Tiongkok. Pembeli bisa mengambil sumber kendaraan nasional hanya lewat satu pintu. Enam stasiun layanan luar negeri diresmikan di enam kota utama. Modifikasi khusus disiapkan untuk iklim dingin ekstrem. Acara ini menandatangani tujuh pesanan senilai hampir 500 juta RMB.
Sichuan tidak punya akses laut atau perbatasan perdagangan langsung. Model terintegrasi yang dibangunnya bisa ditiru seluruh Tiongkok. Permintaan mobil bekas berkualitas tinggi di Eropa Timur terus naik. Model layanan terpadu Sichuan akan merebut pangsa pasar ekspor yang lebih besar.
Author bio: Christian Pierce, kolumnis keuangan utama yang fokus pada perdagangan mobil dan pasar lintas batas.
