Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta dengan sungguh-sungguh kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dengan disertai penerapan 3M secara disiplin dan mau menerima vaksinasi, agar pandemi COVID-19 segera berakhir.

"Saya minta dengan sungguh-sungguh agar masyarakat mematuhi PPKM, disiplin menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan mengikuti vaksinasi untuk menghindari terjadinya penularan; agar kita terlindung dan segera keluar dari pandemi ini, untuk dapat kembali beraktivitas, kembali ke sekolah, kembali beribadah dengan normal dan menjalankan kegiatan ekonomi seperti sedia kala," kata Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta, Senin.

Baca juga: Wapres: Pemuka agama berperan penting cegah penularan COVID-19

Wapres mengatakan berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk menanggulangi pandemi COVID-19 tidak akan berjalan optimal jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti anjuran untuk divaksin.

"Banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan menyebabkan angka kasus penularan di Indonesia terus meningkat.," katanya.

Wapres menyebutkan secara kumulatif jumlah kasus penularan COVID-19 di Indonesia mencapai 1.0078.000 dan 29.998 orang meninggal dunia akibat terpapar virus tersebut.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Perilaku hidup sehat jangan cuma selama pandemi

Peningkatan kasus tersebut menyebabkan fasilitas kesehatan mengalami keterbatasan dalam penanganan kasus penularan COVID-19.

"Harus diakui bahwa masih banyak warga yang tidak disiplin dan mengabaikan 3M, sehingga tingkat penularan terus meningkat. Sebagai akibatnya rumah sakit dan tenaga kesehatan tidak dapat menampung jumlah pasien dan tingkat kematian pun meningkat," katanya.

Oleh sebab itu, Wapres meminta agar masyarakat benar-benar menaati protokol kesehatan dan kebijakan PPKM yang diambil pemerintah untuk diterapkan di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Baca juga: Wapres: Pemda harus penuhi hak masyarakat atas informasi COVID-19

"Hal ini bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah, tetapi lebih untuk menjaga diri dan keluarga kita, serta masyarakat di sekitar kita agar terhindar dari penularan virus, yang saat ini telah menelan korban lebih dari 103 juta orang dan tidak kurang dari 2,2 juta orang meninggal di berbagai belahan dunia," ujarnya.