Padang – Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring optimistis Calon Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi-Audy Joinaldy yang diusung PKS dan PPP memenangi pilkada gubernur setempat yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

"Kami optimistis Mahyeldi-Audy menang karena saat ini kader PKS tengah bergerak memenangkannya," kata dia di Padang, Jumat, pada acara Diskusi Dengan Media.

Menurut dia kendati kandidat lain di Pilgub Sumbar mengklaim hasil survei paling tinggi tidak jadi persoalan karena pihaknya juga punya hasil survei internal.

"Kami tidak akan ungkap hasil survei internal, biarlah calon lain bersorak-sorak mengklaim hasil survei mereka paling tinggi," kata dia.

Baca juga: Mahyeldi-Audy laporkan dana kampanye Pilgub Sumbar Rp3,9 miliar
Baca juga: Zulkifli Hasan minta kader PAN kerja keras menangkan Pilkada Sumbar
Baca juga: Survei: Sosok religius modal penting raih simpati masyarakat Sumbar

Ia mengakui Mahyeldi telat melakukan sosialisasi karena proses penetapan agak lama di PKS dan harus diselesaikan dulu.

"Sedangkan Mahyeldi karena dia belum diputuskan, tradisi di PKS tidak terbiasa menonjolkan diri, setelah ditetapkan baru turun ke lapangan, sementara kandidat lain ada yang sudah lama pasang baliho hingga ke pelosok Sumbar," katanya.

Tifatul mengemukakan syarat pemimpin di Sumatera Barat harus bermoral apalagi ada filosofi adat basandi syara, syara basandi kitabullah.

"Jadi tidak bisa ditawar lagi soal moral ini, dan harus memiliki visi mau dibawa ke mana Sumatera Barat ini," ujarnya.

Kemudian, pemimpin Sumbar juga harus memiliki perencanaan dan kompetensi sehingga beragam persoalan bisa diselesaikan.

Selanjutnya pemimpin Sumbar harus mampu berkomunikasi dengan baik dan tidak suka kontroversi apalagi menghujat sana sini.

Apalagi Sumbar tidak punya tambang sehingga potensi yang akan dikembangkan adalah perdagangan, pertanian hingga pariwisata.

Terkait dengan pernyataan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Sumbar dan melontarkan sindiran terhadap kepemimpinan selama 10 tahun terakhir apakah tidak bosan dipegang oleh PKS ia mempersilakan bicara seperti itu.

"Ini bukan soal bosan atau bukan, melainkan moral, kompetensi, visi dan lainnya, jangan tiap sebentar pemimpin itu buat orang naik darah melulu," katanya.

"Karena itu silakan bertanding dengan fair dan soal bosan atau tidak diserahkan kepada masyarakat Sumbar sepenuhnya," katanya lagi.