Gorontalo – Satuan Tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) Indonesia dan Papua Nugini, Yonif 713/Satya Tama kembali ke Provinsi Gorontalo dengan menumpang KRI Banjarmasin.

Kepala Penerangan Korem Kapenrem 133/Nani Wartabone, Mayor Inf Fathan Ali di Gorontalo, Ahad, mengatakan Satgas tersebut bertugas selama 12 bulan menjaga perbatasan Republik Indonesia.

"Satgas ini di bawah pimpinan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letkol Inf Dony Gredinand, dan tiba di Pelabuhan Gorontalo dengan KRI Banjarmasin," ujarnya.

Baca juga: Prajurit TNI di perbatasan RI-PNG beri pelajaran tambahan

Baca juga: Reskrim Polda Papua olah TKP penembakan anggota Yonif 713/ST

Ia menjelaskan, selama 12 bulan para personel melakukan misi tugas kehormatan di sektor utara tanah Papua untuk mengamankan perbatasan darat Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan negara tetangga Papua Nugini.

"Dengan adanya pandemi COVID-19, penjemputan Satgas Yonif 713/ST dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, yang dipimpin langsung oleh Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito," ungkapnya.

Selesai melakukan protokol kesehatan di pelabuhan Gorontalo, anggota Satgas langsung dibawa menuju Gelanggang Olahraga (GOR) David Tony Limboto, untuk menjalani serangkaian pemeriksaan sesuai protokol kesehatan pandemi COVID-19.

"Para personel Satgas akan dikarantina selama 14 hari ke depan sebelum kembali ke Markas Batalyon 713/ST," katanya.*

Baca juga: Satgas Yonif 713/ST gelar pendidikan keaksaraan di perbatasan

Baca juga: Yonif 713/ST gelar penyuluhan HIV/AIDS di perbatasan RI-PNG