Jakarta tidak butuh orang yang pandai bicara dan beretorika saja

Jakarta –

Relawan Pasukan Tri Rismaharini (Pasutri) mendukung mantan Wali Kota Surabaya itu maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2022.
 
"Kami para pemuda yang berasal dari Jawa Timur merasa bangga punya tokoh seperti Ibu Risma. Beliau adalah tokoh yang cerdas, tegas tapi humanis dan keibuan. Jakarta butuh sentuhan perubahan dari orang seperti Ibu Risma," kata Ketua Pasutri Khoirul Amin, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu.
 
Deklarasi Relawan Pasutri for DKI Jakarta berlangsung Sabtu ini di Rumah Makan Mie Aceh Seulawah Cikini, Jalan Cilosari Nomor 24, Cikini, Jakarta Pusat.
 
Menurut dia, Jakarta tidak butuh orang yang pandai bicara dan beretorika saja, tetapi Jakarta butuh pemimpin yang mau kerja dan dekat dengan rakyatnya.
 
"Kami dari pemuda Jawa Timur yang saat ini telah berdomisili di Jakarta menyatakan dukungan penuh kepada Ibu Risma untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta," katanya.

Baca juga: Mensos Risma inginkan penerima manfaat di balai bisa mandiri

 
Ia mengatakan bahwa dukungan kepada Risma bukan hanya didasarkan semangat primordialisme semata, tetapi karena Risma dianggap mampu dan memiliki kapasitas untuk memimpin perubahan Jakarta yang lebih baik.
 
Relawan Pasutri, kata dia, awalnya adalah sebuah komunitas arek-arek pemuda Jawa Timur yang memiliki semangat perubahan untuk Jakarta lebih maju dan lebih baik.
 
Hadirnya Risma ke Jakarta diyakininya bukan semata-mata karena faktor kebetulan, tetapi memang sudah takdir dan kehendak Tuhan untuk membawa Risma hadir ke Jakarta.
 
"Kami berharap Ibu Risma tidak menolak takdir yang telah digariskan oleh Tuhan. Permohonan kami sebagai rakyat Jakarta adalah perwakilan dan representasi dari suara Tuhan. Tuhan selalu bersama pemimpin yang baik dan dekat dengan rakyat," katanya.
 
Amin menegaskan Relawan Pasutri mendukung Risma untuk terus menyapa dan hadir di tengah-tengah kaum miskin kota dan juga rakyat miskin di seluruh Indonesia.

Baca juga: 23 orang hasil "blusukan" Mensos ditempatkan di balai Kemensos

 
Sebab, kata dia, hadir dan menyapa langsung rakyat miskin adalah satu cara pemimpin mengetahui secara langsung keluhan rakyat miskin yang dipimpinnya.
 
"Jangan hiraukan suara sumbang orang-orang yang dengki dan iri hati atas kedekatan Ibu Risma dengan rakyat. Teruslah sapa rakyatmu, kami akan selalu mendukung dan siap berada di belakang Ibu Risma untuk Jakarta lebih baik," ujarnya.