Jakarta –

PDI Perjuangan akan menggelar kegiatan di 70 ribu desa dalam memperingati Bulan Bung Karno (BBK) pada Juni 2021.
 
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam siaran pers-nya, di Jakarta, Rabu, mengatakan, pada peringatan BBK tahun ini, akan difokuskan di daerah pedesaan, dimana menindaklanjuti hasil kongres dan rakernas partai, serta pesan ketua umum.
 
"Sehingga salah satu subtema kegiatan BBK tahun ini adalah 'Desa Maju, Indonesia Kuat dan Berdaulat'. Arahnya, agar seluruh jajaran partai menjadikan desa sebagai pembumian Pancasila serta menjadi jalan Trisakti-nya Bung Karno," kata Hasto.
 
Kegiatan Bulan Bung Karno ini adalah bagian dari cara PDI Perjuangan merawat Pancasila sebagai ideologi bangsa, dimana Bung Karno merupakan penggali-nya.
 
Menurut dia, para pengurus partai akan melaksanakan sejumlah kegiatan yang memastikan pembangunan desa harus berbasis data yang presisi serta akurat. "Kita akan mengembangkan tradisi memimpin dari desa," ujar Hasto.
 
Para anggota legislatif se-Indonesia juga diwajibkan bergerak dan merayakan BBK di desa-desa. DPP PDIP sudah berkoordinasi dengan Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto, agar memastikan setiap anggota dewan bergerak.
 
"Sehingga saat Bulan Bung Karno, anggota fraksi datang ke desa, memperingati hari lahirnya Bung Karno dengan mengajak komponen masyarakat desa," tutur Hasto.
 
"Kalau di desa dilaksanakan serentak sesuai protokol COVID-19, misalnya, diizinkan 50 orang dengan kewajiban memakai masker serta jaga jarak, dengan jumlah desa 70 ribu, maka ini akan jadi gerakan masif organisasi kita. Kita harus bergerak melakukan penggalangan," katanya menjelaskan.

Baca juga: Megawati ingatkan kader PDIP untuk solid menangkan Pemilu 2024

Baca juga: Survei Indometer: Elektabilitas PDIP masih unggul, PSI capai 5 persen

 
Selain kegiatan penggalangan, PDIP juga menjadikan BBK sebagai momen meningkatkan desa berdikari di bidang ekonomi, yakni dengan menggelorakan semangat 'tidak ada kemiskinan di buminya Indonesia Merdeka'.
 
"Dengan mendorong semangat gotong royong di dalam setiap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," kata Hasto.
 
PDIP juga akan mendorong bekerja-nya usaha perekonomian masyarakat desa, baik dalam bentuk UMKM dengan ruang lingkup usaha kuliner, wisata desa, pertanian desa, dan pengembangan komoditas unggul.
 
PDI Perjuangan juga memandang penting mendorong gerak hidup kebudayaan bangsa dari tingkat desa.
 
Bagi PDI Perjuangan, kata dia, desa haruslah menjadi benteng pertahanan ideologi terdepan, tempat memelihara semangat persaudaraan, keragaman dan kebangsaan. Kebudayaan penting dalam merawat Nus yang majemuk.
 
"Kita juga mendorong kerja gotong royong guna merawat lingkungan hidup. Desa akan jadi konsentrasi utama kegiatan partai," tutur Hasto.
 
PDIP akan merayakan BBK sejak tanggal 1 hingga 30 Juni. Di pusat, Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) dan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PDIP akan bergerak menyampaikan ide serta cita-cita Bung Karno.
 
Hasto menyebut Megawati sudah meminta agar ada penekanan pada pesan-pesan kemanusiaan dan kerakyatan Bung Karno sebagai fokus.
 
Dari DPP sendiri, ada beberapa prinsip, bahwa BBK wajib dirayakan oleh struktural, eksekutif, dan legislatif partai di seluruh Indonesia.