Batam – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengupayakan pelaksanaan tes usap PCR terhadap ratusan orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara dan petugas keamanan TPS yang dinyatakan reaktif dalam tes cepat.

"Swab (tes usap) diusahakan, hasilnya biar segera diketahui," kata Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum di Batam, Kamis.

Sebanyak 599 orang KPPS dan petugas keamanan TPS di Batam dinyatakan reaktif dalam pemeriksaan tes cepat. Dan jumlah itu masih mungkin bertambah, karena masih terdapat petugas yang belum menjalani "rapid test".

Ia menyatakan penanganan terhadap petugas penyelenggara pilkada harus dilaksanakan cepat. "Sehingga (apabila diketahui ada yang positif COVID-19) mereka bisa dikarantina dan dicari penggantinya meski waktunya singkat, tinggal enam hari lagi," kata Syamsul.

Baca juga: Pemkot Batam tambah perlengkapan tes usap PCR yang mulai menipis
Baca juga: Karena COVID-19, sebagian petugas KPPS di Klaten mundur
Baca juga: 94 pengawas TPS Pilkada Agam dinyatakan reaktif

Pjs Wali Kota meminta KPU langsung melakukan persiapan melakukan sosialisasi kepada pengganti petugas yang positif COVID-19, agar tidak menghambat pelaksanaan pesta demokrasi.

"Pilkada harus tetap berjalan, dengan antisipasi tinggi. Kami menjaga semua dari penyelenggara, masyarakat, pengawas, semuanya. Jangan sampai ada klaster baru COVID-19 saat pilkada," kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza mengatakan banyak petugasnya di lapangan yang juga diketahui reaktif dalam tes cepat COVID-19.

Ia mengatakan apabila dalam tes usap PCR ada yang dinyatakan positif COVID-19, maka pihaknya sudah menyiapkan pengganti, yang diambil dari peserta seleksi sebelumnya.