Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan fokus pembangunan di sektor pertanian memang semakin penting untuk diperhatikan.

Karena sektor pertanian juga merupakan penyumbang terbesar lapangan pekerjaan di dalam perekonomian Indonesia, yang mencapai 29 persen dari total penyerapan tenaga kerja yang ada.

"Pemerintah berupaya terus menjaga ketersediaan pangan pokok untuk kebutuhan masyarakat. Pemerintah terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen di dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan. Keseimbangan menjaga kesejahteraan para petani dan menjaga daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin, di dalam keseimbangan harga pangan adalah kebijakan yang terus dijaga oleh pemerintah," kata Mulyani saat rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa.

Pemerintah harus seimbang dari dua pilihan, menjaga tingkat harga atau meningkatkan ketahanan pangan di dalam negeri di masa seperti saat ini.

Ia mengatakan dengan begitu, maka pemerintah tetap dapat mempertimbangkan keberlanjutan sisi produksi pertanian, terutama bila dikaitkan dengan kesejahteraan para petani produsen.

"Pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk mendukung program-program ketahanan pangan, khususnya yang diimplementasikan melalui kementerian dan lembaga terkait," kata Mulyani.

Namun, pemerintah juga perlu mengalokasikan dana antisipasi di bidang pangan. Dalam rangka menjaga harga pangan di tingkat yang stabil dan optimal serta dapat terjangkau bagi masyarakat.

"Dan tetap memberikan keuntungan bagi petani dan juga nelayan," kata Mulyani.

Baca juga: Mentan ajak perguruan tinggi bersinergi bangun pertanian modern

Baca juga: Kelompok Wanita Tani tombak pembangunan level keluarga

Baca juga: Mentan: Pembangunan pertanian di NTT jadi perhatian pemerintah pusat

Baca juga: Pertanian tanpa bakar masuk Pembangunan Rendah Karbon Indonesia