Gresik, Jatim – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) di wilayah itu untuk mendorong masyarakat menjadi pemilih cerdas saat pelaksanaan Pilkada 2020.

Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Gresik Makmun di Gresik, Minggu mengatakan dorongan menjadi pemilih cerdas juga untuk mencapai target partisipasi 77,5 persen.

"Upaya menggandeng MUI ini adalah dengan menghadirkan sejumlah ormas untuk mendorong partisipasi pemilih yang cerdas," katanya.

Sebab, kata Makmun, banyak macam-macam karakter pemilih, salah satunya yang memilih atas dasar pertimbangan tertentu, sehingga perlu mendapatkan edukasi politik.

Baca juga: Ketua KPU Gresik minta pemuda jadi pemilih cerdas

"Problem demokrasi kita agak serius. Pemilih datang bukan karena pertimbangan rasional. Untuk itu KPU mengajak seluruh masyarakat agar menjadi pemilih cerdas dan rasional," katanya.

Makmun mengatakan KPU mempunyai tanggung jawab tiga hal, yakni sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi.

Oleh karena itu, hingga kini KPU terus menggelar sosialisasi di semua lapisan masyarakat. Setelah sosialisai, lanjut Makmun, adalah memberikan pendidikan pemilih.

"KPU akan terus mendorong agar pendidikan pemilih mencipatakan pemilih cerdas. Dalam artian mengenali calon dan mengikuti setiap tahapan," katanya.

Baca juga: KPU Gresik siapkan bilik khusus bagi pemilih bersuhu 37 derajat

Sementara itu, pelaksanaan Pilkada Gresik pada 9 Desember 2020 diikuti dua pasangan calon sesuai hasil penetapan dan verifikasi berkas masing-masing calon.

Dua pasagan calon yang telah ditetapkan, yaitu pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) yang diusung enam parpol, yakni Golkar dengan raihan 8 kursi, PDIP 6 kursi, Nasdem 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PAN 3 kursi, dan PPP dengan 3 kursi.

Kemudian pasangan Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) yang diusung dua parpol, yakni PKB dengan raihan 13 kursi dan Gerindra dengan 8 kursi.

Baca juga: KPU Gresik tetapkan dua paslon maju Pilkada