Kelima sila dalam Pancasila saling terkait satu dengan lainnya sehingga untuk mewujudkan sila ke-5 ….

Malang, Jawa Timur – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta Duta Pancasila yang ada di Kabupaten Malang bisa menjaga nilai-nilai luhur Pancasila yang dilahirkan oleh para pendiri bangsa.

Selain dilahirkan oleh para tokoh pendiri bangsa, kata La Nyalla, Pancasila juga telah teruji mampu menjadi perekat bangsa Indonesia, yang memiliki ragam suku, budaya, serta agama.

"Selain dihasilkan dari pemikiran para tokoh pendiri bangsa, Pancasila juga telah teruji mampu menjadi perekat bangsa dengan aneka ragam suku, budaya, dan agama di Indonesia," kata La Nyalla, Sabtu.

Harapan tersebut disampaikan La Nyalla saat memberikan sambutan virtual di Grand Final Duta Pancasila Kabupaten Malang.

Baca juga: Kemdikbud dukung Indonesia maju dengan menciptakan pelajar Pancasila

Dalam kesempatan itu, La Nyalla memberikan apresiasi kepada panitia karena pemilihan Duta Pancasila telah melalui seleksi dan kontestasi.

"Melalui seleksi dan kontestasi itulah secara tidak langsung telah melakukan sosialisasi dan fundamentalisasi Pancasila di kalangan generasi muda," kata La Nyalla.

La Nyalla menuturkan bahwa generasi masa lalu sempat mengeyam program Penataran P-4. Program penataran itu sejak SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Penataran P-4 menjadi pengantar awal memasuki gerbang pendidikan formal.

"Generasi kami masih merasakan keharusan menghafal dan menghayati 36 butir-butir Pancasila dari lima sila, sesuai dengan TAP MPR yang lama, yakni TAP MPR Nomor II Tahun 1978," ujar La Nyalla.

Oleh karena itu, La Nyalla berharap dalam pemilihan Duta Pancasila kali ini, sejarah dan perkembangan tersebut juga dielaborasi sebagai bagian dari penilaian dewan juri terhadap kontestan.

Baca juga: Mendikbud: Pendidikan karakter wujudkan pelajar Pancasila

"Yang tidak kalah penting, tetap menjadikan Pancasila sebagai diskursus kekinian pada era global dan era tanpa batas seperti saat ini. Pancasila harus kita pertahankan sebagai satu-satunya nilai ideologi bangsa yang mampu mempersatukan bangsa," kata La Nyalla.

Apalagi, lanjut La Nyalla, kelima sila dalam Pancasila saling terkait satu dengan lainnya sehingga untuk mewujudkan sila ke-5, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, wajib dan mutlak melaksanakan sila pertama hingga keempat dengan benar.

"Karena, sila pertama melahirkan sila kedua, dan seterusnya ini, melahirkan hakikat tujuan berdirinya negara ini, yakni sila kelima," kata La Nyalla.

La Nyalla mencontohan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang artinya menjalankan ajaran agama masing-masing. Apabila seluruh anak bangsa menjalankan ajaran agamanya, bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar

"Dengan demikian, maka sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab akan terwujud. Yang artinya rakyat yang hidup di negeri ini memiliki moral, akhlak, dan adab serta sikap yang baik dan luhur," ujarnya.

Baca juga: Kemendikbud : Nilai karakter Pancasila harus ditanamkan sedini mungkin

Menurut dia, dengan situasi itu, manusia Indonesia akan bersatu. Dengan saling menghargai perbedaan suku dan agama serta perbedaan lainnya sehingga terwujudlah sila ketiga, Persatuan Indonesia. Persatuan yang terjadi atas kesadaran, bukan atas paksaan atau tekanan.

Setelah orang-orang yang menjalankan agamanya dan orang-orang beradab ini bersatu, lanjut La Nyalla, munculah orang-orang yang bijaksana sebagai perwakilan untuk bermusyawarah dengan tujuan menemukan pemimpin bangsa.

"Jika keadaan ini terwujud, hadirlah sila kelima yang merupakan cita-cita akhir para pendiri bangsa ini, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," kata La Nyalla.