Aksi brutal tentara Israel sudah melewati batas kewajaran

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengecam keras penyerangan oleh tentara Israel terhadap muslim Palestina di Masjid Al Aqsa.

"Aksi brutal tentara Israel sudah melewati batas kewajaran. Saya sebagai pribadi maupun Ketua DPD RI mengecam aksi tersebut," kata La Nyalla melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Apalagi, serangan tersebut dilakukan saat muslim Palestina sedang menunaikan Shalat Tarawih. Senator asal Jawa Timur itu mengatakan menyerang orang yang sedang beribadah di dalam masjid tidak dapat dibenarkan apa pun alasannya.

Ketua Dewan Kehormatan Kamar Dagang (Kadin) Jawa Timur itu mendorong negara-negara lain untuk menyelamatkan Masjidil Aqsa. Sebab, aksi teror Israel sudah termasuk pelanggaran hak asasi manusia berat dan harus segera dihentikan.

"Kita mengajak seluruh negara di dunia untuk memberikan tekanan terhadap Israel agar dijatuhi sanksi internasional. Kebrutralan tersebut sudah tidak bisa ditoleransi," katanya pula.

Menurutnya, langkah empati dan konstruktif ini bisa dilakukan lewat PBB maupun perkumpulan negara-negara Uni Eropa dan lain lain.

Untuk itu, La Nyalla menyerukan agar negara dan organisasi internasional lainnya tidak diam saja. PBB juga harus mengambil tindakan konkret dan tegas.

"Ini bukan lagi pertikaian, tetapi sudah pembantaian dan bertentangan dengan semangat hak asasi manusia," ujar dia.

Meski demikian, ia tetap meminta semua pihak yang bertikai untuk menahan diri.

"Apalagi ini masih dalam bulan suci Ramadhan. Bulan mulia dan penuh berkah. Saya berharap semua menahan diri agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi," katanya lagi.

Bentrok di Masjid Al Aqsa, Yerusalem warga Palestina dengan polisi Israel terjadi Jumat (7/5) malam waktu setempat. Sebanyak 200 warga Palestina dan 17 polisi Israel mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Polisi Israel menyerbu Kompleks Al Aqsa pada Jumat malam, setelah warga Palestina melemparkan batu dan botol ke petugas.
Baca juga: AWG kecam kekerasan di Kompleks Masjid Al Aqsa
Baca juga: NU Jatim serukan sanksi internasional terhadap Israel