Berita politik yang terjadi pada Kamis (17/12) namun masih menarik untuk disimak

Jakarta – Berita politik yang terjadi pada Kamis (17/12) namun masih menarik untuk disimak hari ini, mulai dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah pernyataannya sebagai bentuk kepanikan hingga Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin kritisi implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau e-Government Indonesia masih rendah.

Berikut rangkuman selengkapnya

1. Ridwan Kamil bantah pernyataannya bentuk kepanikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah bahwa pernyataannya seusai dimintai keterangan di Mapolda Jabar pada Rabu (16/12) sebagai bentuk kepanikan seperti yang dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Selengkapnya di sini:

2. KPU tunda penetapan rekapitulasi Pilkada Surabaya 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menunda penetapan rekapitulasi suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2020 karena memandang perlu pencermatan dan pencocokan tabulasi excel dengan sistem informasi rekapitulasi (sirekap).

Selengkapnya di sini:

3. Amien Rais pilih temui langsung Jokowi daripada ikut demo

Tokoh nasional Amien Rais memilih menemui langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) daripada ikut demonstrasi.

"Kami akan minta waktu untuk ketemu pak Jokowi, ya langsung ke jantungnya kekuasaan. Jadi jangan takut," ujar Amien saat ditemui wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini:

4. Wapres: Indeks e-government Indonesia masih rendah di ASEAN

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyayangkan implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau e-government Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Selengkapnya di sini:

5. Pandemi, MUI minta FPI tak demo tuntut bebaskan Rizieq Shihab

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (DPP MUI) meminta massa organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) tidak berunjuk rasa guna menuntut pembebasan Rizieq Shihab di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, karena masih situasi pandemi COVID-19.

Selengkapnya di sini: