Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M Fadil Imran bertemu pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk membahas situasi keamanan di wilayah Jatim.

"Situasi di Jatim ini aman dan kondusif, sejak Pilpres hingga Pilgub. Namun, kemarin kita dihadapkan dengan unjuk rasa yang diikuti oleh elemen buruh, mahasiswa serta beberapa ormas," ujar Kapolda saat pertemuan dengan pimpinan FKUB di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa.

Baca juga: Pemprov Jatim minta polisi cari dalang pengerusakan di sela unjuk rasa

Kapolda menyayangkan adanya aksi anarkis, seperti perusakan fasilitas umum dan mobil milik Polri saat unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di sejumlah tempat di Jatim pada Kamis (8/10).

Irjen Fadil menegaskan situasi saat ini sudah aman serta kondusif sehingga tidak berkembang dan berlanjut.

"Cukup disayangkan bahwa saat unjuk rasa terjadi tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok oknum. Namun sekarang sudah kondusif sehingga tidak berkelanjutan. Ini bukti bahwa Jatim provinsi dengan nilai guyub dan rukun tinggi," katanya.

Baca juga: Polisi amankan 634 pelaku kerusuhan demonstrasi di Surabaya dan Malang

Pada kesempatan itu, Kapolda turut membahas penanganan COVID-19 yang mendapatkan apresiasi Presiden Joko Widodo dengan meminta provinsi lain mencontoh Jatim dalam pengendaliannya.

Dengan kondisi ini, kata Fadli, penanganan di Jatim sudah sangat tepat, bahkan untuk ketersediaan tempat tidur bagi pasien COVID-19 tergunakan 40 persen.

Sementara angka kesembuhan di Jatim jauh dibandingkan kesembuhan angka kesembuhan nasional, yakni sebesar 86,3 persen dan nasional 76 persen.

Baca juga: Khofifah ingatkan prokes meski Jatim percontohan kendalikan COVID-19