Saya tadi meminta kepada Kepala Basarnas untuk lebih fokus pada misi kemanusiaan dulu, karena untuk mengumpulkan jasad korban kecelakaan pesawat Sriwijaya ini waktunya terbatas jadi perlu di dahulukan secara maksimal

Pontianak – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus meminta kepada Basarnas agar lebih fokus pada misi kemanusiaan dalam penanggulangan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

"Saya tadi meminta kepada Kepala Basarnas untuk lebih fokus pada misi kemanusiaan dulu, karena untuk mengumpulkan jasad korban kecelakaan pesawat Sriwijaya ini waktunya terbatas jadi perlu di dahulukan secara maksimal," kata Lasarus di Pontianak, Kalbar, Minggu.

Dikatakanya, saat dirinya mengunjungi Posko Media Center Sriwijaya Air yang ada di Kalbar, ia mendapat laporan bahwa telah dipastikan dan ditemuka-nya titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Saat ini sedang dilakukan proses pengumpulan, baik itu serpihan pesawat maupun dari korban di lokasi jatuhnya pesawat itu," ucap-nya.

Baca juga: 14 warga Pontianak korban jatuh pesawat Sriwijaya Air

Baca juga: Jasa Raharja tunggu identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya

Dalam kunjungan kerja ke Posko tersebut, Ketua Komisi V DPR RI itu juga memastikan kelancaran pelayanan terhadap keluarga korban. Dan dari hasil peninjau Lasarus mengatakan hingga saat ini pelayanan yang difasilitasi oleh pihak Sriwijaya Air dan seluruh pemangku kepentingan hingga kini belum ada kendala atau keluhan dari keluarga korban.

"Saya sebagai Ketua Komisi V DPR RI ke sini bertujuan untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik. Manakala nanti perlu campur tangan DPR, maka tentu kami akan menggunakan kewenangan sebagai mitra kerja pemerintah terutama Kementerian Perhubungan yang membidangi penanganan musibah kecelakaan pesawat ini," ujarnya.

Lasarus menambahkan, atas kejadian ini, Komisi V DPR RI akan melakukan evaluasi dan akan menanyakan kepada pihak Sriwijaya Air dan pihak terkait lainnya terkait kelayakan terbang pesawat itu.

"Tentu hal itu akan kami tanyakan, terutama terkait umur dan pengawasan pesawat. Memang pesawat yang sama ini masih banyak digunakan negara lain, dan hal lain yang juga akan kami tanyakan kepada pihak BMKG," katanya.

Karena selain faktor kerusakan pesawat, kecelakaan pesawat tersebut juga bisa diakibatkan oleh cuaca. Apalagi pesawat ini sempat mengalami penundaan selama satu jam sebelum berangkat karena fakto cuaca.

"Tentu kami sudah bersepakat dengan pihak KNKT dengan Kementerian Perhubungan khususnya udara, agar hal yang menyangkut teknis biarlah pihak KNKT yang menjelaskan secara lengkap. Hal ini agar semua pihak tidak berandai-andai penyebab kecelakaan pesawat tersebut dan pihak keluarga korban juga mendapat penjelasan yang pasti penyebab kecelakaan itu," tutur dia.

Baca juga: Basarnas harapkan semangat tim dan kesabaran keluarga korban

Baca juga: 306 personel dikerahkan untuk identifikasi korban Sriwijaya Air