Wow, Robot Penyedot Debu Bisa Jadi quot;Mata-Mataquot;

https: img.okezone.com content 2020 12 07 18 2323329 wow-robot-penyedot-debu-bisa-jadi-mata-mata-15PosrpPnW.JPG

SINGAPURARobot penyedot debu bisa digunakan sebagai “mata-mata”.

Ilmuwan komputer dari National University of Singapore (NUS) telah mendemonstrasikan bagaimana robot penyedot debu umum dan sensor deteksi cahaya dan jarak (Lidar) bawaannya dapat digunakan untuk “memata-matai” percakapan pribadi.

Metode yang disebut LidarPhone, menggunakan kembali sensor Lidar yang biasanya digunakan robot penyedot debu untuk menavigasi di sekitar rumah menjadi mikrofon berbasis laser untuk menguping percakapan pribadi.

Mahasiswa NUS Dai Yimin dan Sean Tan Rui Xiang, serta Asisten Profesor Nirupam Roy dari Universitas Maryland, berkontribusi pada penelitian ini. Penelitian ini dipresentasikan di Association for Computing Machinery’s Conference on Embedded Networked Sensor Systems (SenSys 2020) pada 18 November lalu. Tim pun meraih Penghargaan Runner Up Poster Terbaik.

NUS menyatakan tim peneliti, yang dipimpin Asisten Profesor Jun Han dan mahasiswa doktoralnya Sriram Sami, berhasil memulihkan data ucapan dengan “akurasi tinggi”.

“Perkembangan perangkat pintar – termasuk speaker pintar dan kamera keamanan pintar – telah meningkatkan jalan bagi peretas untuk mengintip momen pribadi kita,” terang Sami.

(Baca juga: Kate Middleton dan Pangeran William Lakukan Tur Kereta “Terima Kasih”)

“Metode kami menunjukkan sekarang mungkin untuk mengumpulkan data sensitif hanya dengan menggunakan sesuatu yang tidak berbahaya seperti penyedot debu robot rumah tangga. Pekerjaan kami menunjukkan kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi praktis untuk mencegah serangan berbahaya tersebut,” terangnya.

Inti dari “metode serangan” LidarPhone adalah sensor Lidar, yakni perangkat yang memancarkan laser pemindai tak terlihat untuk membuat peta sekitarnya.

Dengan memantulkan laser dari benda-benda umum, seperti tempat sampah atau tas untuk dibawa, yang terletak di dekat speaker komputer atau soundbar televisi seseorang, penelitian menunjukkan jika peretas dapat memperoleh informasi tentang suara asli yang membuat permukaan benda tersebut bergetar.

“Menggunakan pemrosesan sinyal terapan dan algoritma pembelajaran mendalam, ucapan dapat dipulihkan dari data audio, dan informasi sensitif berpotensi diperoleh,” terang NUS.

Di percobaan ini, para peneliti menggunakan robot penyedot debu dengan dua sumber suar. Yakni suara seseorang yang membacakan angka-angka yang diputar dari speaker komputer dan klip musik dari acara televisi yang diputar melalui soundbar televisi.

Tim tersebut mengumpulkan lebih dari 19 jam file audio yang direkam dan meneruskannya melalui algoritme pembelajaran mendalam yang dilatih untuk mencocokkan suara manusia atau mengidentifikasi urutan musik.

“Sistem dapat mendeteksi angka yang diucapkan dengan lantang, yang bisa merupakan nomor kartu kredit atau rekening bank korban. Klip musik dari acara televisi berpotensi mengungkap preferensi menonton atau orientasi politik korban,” kata NUS.

Sistem mencapai tingkat akurasi klasifikasi 91 persen saat memulihkan angka yang diucapkan dan tingkat akurasi 90 persen saat mengklasifikasikan klip musik. Hasil ini secara signifikan lebih tinggi daripada tebakan acak 10 persen.

Para ilmuwan NUS juga bereksperimen dengan bahan rumah tangga biasa untuk menguji seberapa baik mereka memantulkan sinar laser Lidar. Mereka menemukan akurasi pemulihan audio bervariasi antara bahan yang berbeda. Adapun bahan terbaik untuk memantulkan sinar laser adalah kantong polipropilen yang mengkilap, sedangkan yang terburuk adalah karton glossy.

Sementara itu, untuk mencegah penyalahgunaan Lidar, pengguna robot penyedot debu disarankan untuk tidak menghubungkannya ke Internet.

“Dalam jangka panjang, kita harus mempertimbangkan apakah keinginan kita untuk memiliki rumah “pintar” yang meningkat sebanding dengan implikasi privasi potensial,” ujar Asisten Profesor Han.

Tim sedang berupaya menerapkan temuan LidarPhone ini ke kendaraan otonom, yang juga menggunakan sensor Lidar.

Teknologi ini nantinya dapat digunakan untuk “menguping” percakapan yang terjadi di mobil terdekat melalui getaran menit dari jendela.

Para peneliti juga melihat kerentanan sensor laser aktif yang ditemukan pada smartphone terbaru, yang dapat mengungkap masalah privasi lebih lanjut.

(sst)

  • #Unik
  • #Penelitian
  • #Penemuan
  • #Penyedot Debu
  • #robot

Next Post

Fakta-Fakta 6 Laskar FPI Tewas Ditembak

Sel Des 8 , 2020
JAKARTA – Peristiwa penembakan yang dilakukan jajaran kepolisian Polda Metro Jaya terhadap enam laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) terjadi pada Senin 7 Desember 2020 dini hari. Dari 10 orang, sebanyak 6 orang pengawal Habib Rizieq Shihab itu meninggal dunia usai ditembak polisi. Berikut sejumlah fakta yang dijelaskan jajaran kepolisian: […]