WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tewas Tertembak

https: img.okezone.com content 2020 10 01 337 2286471 wni-yang-disandera-abu-sayyaf-tewas-tertembak-SJxWc99UjY.jpg

JAKARTA – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf tewas tertembak. WNI itu berinisial LB asal Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Saya ingin menyampaikan duka yang baru kita terima dari Filipina. Satu sandera WNI dengan inisial LB diinformasikan meninggal dunia,” kata Retno saat jumpa pers, Rabu (30/9/2020).

Kata Retno, LB tewas saat terjadi bentrokan antara kelompok Abu Sayyaf dan militer Filipina pada pukul 08.00 waktu setempat.

“Korban meninggal setelah terjadi kontak senjata antara aparat keamanan Filipina, Joint Task Force Sulu dan 45th Batalyon Infantry dengan kelompok Abu Sayyaf di Kota Patikul, Provinsi Sulu,” sambungnya.

Retno mengatakan, jenazah diterbangkan dari Patikul menuju funeral house di Zamboanga dengan menggunakan pesawat militer Filipina.

Lebih lanjut Retno mengatakan, dokumentasi dan kelengkapan kematian lainnya sedang diproses oleh pihak Filipina. Retno juga telah melaporkan kematian LB ke keluarganya di Buton, Sultra

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya WNI tersebut,” katanya.

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf menculik lima nelayan asal Sulawesi Tenggara pada Januari 2020. Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Selain LB keempat korban lainnya, yakni Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29).

Empat korban tersebut merupakan warga Kabupaten Wakatobi yang bekerja di perusahaan perikanan di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia.

(wal)

1
1

  • #Menlu Retno Marsudi
  • #WNI Diculik Abu Sayyaf
  • #Abu Sayyaf
  • #Kelompok Abu Sayyaf
  • #WNI Disandera Abu Sayyaf

Next Post

Video Dua Pria Sukabumi Dikeroyok Massa Viral, Ini Imbauan Polisi

Kam Okt 1 , 2020
Sukabumi – Video dua orang pria kembar dikeroyok massa di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi viral di aplikasi perpesanan. Mereka dikeroyok karena dianggap bersikap kurang sopan saat bertamu untuk berobat ke seorang ustaz. Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif berharap video itu tidak dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi […]