Warga Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik Tanpa Surat Bebas Covid-19

BOGOR – Warga Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, menolak pendatang atau pemudik dari luar kota yang tanpa disertai surat bebas Covid-19. Hal itu merupakan bentuk kepedulian warga setempat agar tidak terjadi penularan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Seperti yang dilakukan oleh warga di RW 16 dengan memasang spanduk sebagai bentuk penolakan di Jalan Guru Muchtar. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Kami warga RW 16 Kelurahan Cimahpar menolak keras pemudik tanpa surat bebas covid-19’.

Ketua RW 16, Aep Rahmat (58) mengatakan aksi penolakan tersebut untuk antisipasi penularan covid-19 dari para pendatang atau pemudik luar kota.

“Kami mematuhi peraturan pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan di wilayah terbawah RT RW karena di wilayah kami banyak warga perumahan. Intinya saya membawahi 10 RT yang 3 itu kampung, perumahan 7 jadi sangat riskan untuk pulang mudik,” kata Aep, kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Viral Prajurit TNI Sembuh Covid-19 Setelah Minum Racikan Air Kelapa, Ini Komposisinya

Sejauh ini, tambah Aep, belum ada pendatang atau pemudik di wilayahnya. Juga semasa libur Idul Fitri kemarin, tidak ada warga yang meminta surat izin untuk melakukan perjalanan mudik ke luar kota.

“Saya pantau dengan para pengurus RT di perumahan itu tidak ada yang keluar mudik karena ada peraturan. Sebelum mereka keluar kota atau mudik kita komunikasi dengan para RT ada surat pengantar dari RT RW dan kelurahan melampirkan surat rapid tes covid kalau udah ada. Mungkin dinas keluar kota atau ada keperluan keluarga itu boleh. Tapi untuk sementara ini nggak ada yang keluar mudik,” jelasnya.

Sementara Lurah Cimahpar Ronny Kunaefi, sangat mengapresiasi warganya yang inisatif mendukung program pemerintah. Pasalnya, di RW 16 memang perumahan dan warga luar kota yang tinggal di sana.

“Kami sangat apresiasi sekali kepada RW 16 ini karena memang di sini perumahan banyak, pendatang-pendatang yang dari luar termasuk warga yang tinggal di sini pun masih banyak yang KTP-nya bukan Cimahpar, tapi KTP Jakarta. Jadi adanya imbauan ini, spanduk imbauan ini untuk meminalisir dan Alhamdulillah dari RW 16 tidak ada kegiatan ke luar terutama di masa mudik ini,” ucap Ronny.

Namun, pihaknya juga telah menyiapkan satu tempat isolasi jika nantinya ditemukan pemudik tanpa surat bebas covid-19. Mereka akan dikarantina apabila tempat tempat tinggalnya tidak memungkinkan.

“Kebetulan di RW 16 ini kami siapkan rumah isolasi, ada dua kamar. Di RW 16 ini pernah rekor sebagai covid terbesar di Kelurahan Cimahpar. Alhamdulillah perhari ini sudah masuk zona hijau tidak ada satu pun masyarakat gejala covid-19. Untuk antisipasi kita sudah siapkan rumah isolasi,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengaku mendapat masukan dari wilayah untuk membantu melakukan pengawasan termasuk swab tes covid-19 jika ditemukan pemudik yang lolos.

“Kita banyak sekali banyak mendapat masuka wilayah ya mereka minta kita secara khusus membantu pemantauan mereka yang kemarin lolos mudik. Jadi yang lolos mudik kembali ke Bogor mereka meminta PCR swab. Sya sudah koordinasi dengan wilayah untuk memasang spanduk apabila ada yang kembali mudik mereka harus swab,” tutur Dedie.

1
2
  • #Pemudik
  • #Kota Bogor
  • #Surat Bebas Covid-19
  • #Covid-19

Next Post

Tak pakai seragam Korpri, Pj Sekda Sumbar disetrap

Sel Mei 18 , 2021
– Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullh menyetrap Penjabat Sekretaris Daerah Sumbar Benny Warlis dan ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup kerja Pemerintah Provinsi Sumbar, saat apel pertama setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriyah, Senin (17/5). Mereka dibariskan secara terpisah karena tidak mematuhi aturan pakaian dinas. (Fandi Yogari/Dudy Yanuwardhana/Nus Mulkan)