Viral Akan Terjadi Gempa 8 SR Akibat Letusan Krakatau, BMKG : Hoaks

https: img.okezone.com content 2020 10 03 337 2288022 viral-akan-terjadi-gempa-8-sr-akibat-letusan-krakatau-bmkg-hoaks-iYdeRExQqc.jpg

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan, rekaman suara (voice note) yang menyebut akan terjadi gempa sebesar 8 skala richter (SR) adalah hoaks. Dalam rekaman yang beredar di berbagai WhatsApp Group itu menyebut gempa bumi terjadi akibat letusan Gunung Krakatau.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, memastikan informasi gempa dengan menyebutkan bahwa sumber info dari BMKG adalah berita bohong alias hoaks yang tidak layak dipercaya masyarakat.

Menurut Rahmat, rekaman berita bohong ini sebenarnya sudah pernah beredar sebelumnya. “Sehingga tidak perlu ditanggapi karena sengaja disebarkan ulang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menciptakan kecemasan dan kepanikan masyarakat,” katanya melansir SINDOnews, Sabtu (3/10/2020) malam.

Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak meneruskannya rekaman berita bohong tersebut kepada pihak lain agar mata rantai penyebaran berita bohong ini terputus dan berhenti.

Untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas gunungapi masyarakat dapat menghubungi lembaga yang berwenang, yaitu Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Sementara itu untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas gempa tektonik, pastikan masyarakat mendapat informasi dari lembaga yang berwenang, yaitu BMKG.

“Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan/magnitudo gempa bumi akan terjadi, sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak percaya dengan ramalan gempa bumi,” tuturnya.

(erh)

  • #BMKG
  • #berita bohong
  • #Hoaks
  • #gempa

Next Post

Baleg setuju RUU Ciptaker dibawa ke Rapat Paripurna DPR

Sab Okt 3 , 2020
Jakarta – Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama pemerintah dan DPD RI pada Sabtu malam menyetujui Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dibawa dalam Rapat Paripurna DPR untuk disetujui menjadi undang-undang (UU). "Apakah RUU Ciptaker ini bisa disetujui untuk dibawa pada Tingkat II?" kata Ketua Baleg DPR […]