Update Klaster quot;Bu Fatquot;, 1 Pasien Meninggal karena Virus Corona

https: img.okezone.com content 2020 09 17 512 2279034 update-klaster-bu-fat-1-pasien-meninggal-karena-virus-corona-wpRAASUlYg.jpg

SEMARANG – Seorang pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 dari klaster tempat makan Bu Fat di Kota Semarang Jawa Tengah, meninggal dunia. Selain itu, terdapat pula pasien yang melahirkan dan hingga kini masih mendapatkan perawatan medis.

“Untuk update yang di Bu Fat, dari yang 36 kita lakukan swab kemarin ada 22 yang positif. Dari 22 ini, 3 yang di rumah sakit, yang sisanya ada di Rumah Dinas Wali Kota, satu yang meninggal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, kepada awak media, Rabu (16/9/2020).

“(Meninggalnya) dua atau tiga hari lalu. Kayanya dimakamkan di Purwodadi,” tambah dia.

Sementara untuk pasien yang melahirkan beserta bayinya dilaporkan dalam kondisi sehat. Meski demikian, keduanya mendapatkan pengawasan ketat petugas medis untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Yang melahirkan ini alhamdulillah ibu dan bayinya sehat walafiat,” lugasnya.

Menurutnya, pasien positif Covid-19 dari klaster rumah makan yang menyajikan kuliner khas Semarang itu secara umum menunjukkan perkembangan bagus. Bahkan, di antaranya telah dinyatakan sembuh atau negatif saat dilakukan swab.

“Dari 22 pasien itu sudah ada yang sembuh. Kemarin sudah ada dua yang negatif,” ungkapnya.

“Kalau kemarin, sebelum ada berita hari ini, ada terkonversi 71. Jadi hari ini Rumah Dinas Wali Kota yang konversi ada yang 71 orang. Saya belum tahu dari klasternya Krobokan (lokasi Rumah Makan Bu Fat) ada berapa orang,” pungkasnya.

Baca Juga : Kasus Corona Meningkat, Pemkot Bekasi Kembali Perketat Jam Malam

Sebelumnya diberitakan, jagat maya dihebohkan dengan informasi sebuah rumah makan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Krobokan Kota Semarang. Informasi itu bukan hanya menyebutkan nama rumah makan, tetapi juga daftar nama orang yang terpapar virus corona.

(aky)

  • #Covid-19
  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Klaster Tempat Makan
  • #Virus Corona

Next Post

Wali Kota Malang Targetkan 2 Minggu ke Depan Bisa Mengerem Penambahan Pasien Covid-19

Kam Sep 17 , 2020
MALANG – Kota Malang tiga pekan terakhir masuk zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini membuat Satgas Penanganan Covid-19 pusat memberi alarm untuk bisa mengerem angka penambahan pasien positif Covid-19. Wali Kota Malang Sutiaji pun angkat bicara mengenai alarm yang diberikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 pusat terkait masih masuknya dalam zona […]