Tewas Bunuh Diri, Kasus TPPU Tri Nugraha Dihentikan Kejati Bali

https: img.okezone.com content 2020 08 31 244 2270533 tewas-bunuh-diri-kasus-tppu-tri-nugraha-dihentikan-kejati-bali-ttWvIAZtsm.jpg

DENPASAR – Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali memutuskan untuk menghentikan penyidikan kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dengan tersangka mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Denpasar, Tri Nugraha

“Pascameninggalnya tersangka, tentu kasus kami harus tutup karena tersangkanya sudah meninggal,” kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Asep Maryono, Senin (31/8/2020).

 Baca juga: Polisi Olah TKP Lokasi Eks Kepala BPN Denpasar Tembak Diri di Toilet

Hanya menyangkut barang bukti yang telah disita, kata Asep ada aturan yang akan ditindaklanjuti penyidik. Keputusan penyidik menahan tersangka Tri Nugraha, karena dianggap yang bersangkutan dikhawatirkan melarikan diri.

 Baca juga:  Eks Kepala BPN Denpasar Tembak Diri di Kejati, Ini Kata Kejagung 

“Tadi yang bersangkutan tiba-tiba pergi tanpa diketahui dan proses penyidikan belum selesai. Dan ini sudah pernah terjadi sebelumnya yaitu dia sudah datang, tiba-tiba pergi dan kami cek ternyata sudah kembali ke Jakarta. Sehingga ada indikasi kami takut melarikan diri,” kata Asep.

Sebelumnya, tersangka korupsi yang juga mantan Kepala BPN Kota Denpasar Tri Nugraha (53), melakukan bunuh diri dengan cara menembakan pistol ke tubuhnya di toilet kompleks Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Senin (31/8/2020). Peristiwa itu terjadi saat tersangka akan dibawa ke mobil tahanan untuk proses penahanan atas dugaan kasus gratifikasi dan pencucian uang beberapa sertifikat tanah.

(wal)

1
1

  • #Bunuh diri
  • #Kejati Denpasar Bali
  • #Tersangka TPPU Bunuh Diri
  • #Eks BPN Denpasar Bunuh Diri
  • #Kasus Bunuh Diri

Next Post

Dirut TransJakarta soal Pemecatan 8 Karyawan: Ada Pelanggaran Berat

Sen Agu 31 , 2020
Jakarta – Dirut TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo membantah pemecatan 8 karyawan sebagai imbas pelaporan serikat pekerja ke Polda Metro Jaya. Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan bahwa 8 karyawan itu di-PHK karena melakukan pelanggaran berat yang merugikan perusahaan. “Kan kita menjalankan roda perusahaan ada aturan dong. Kan undang-undang menjamin sampai perjanjian kerja […]