Terancam Dimakzulkan Imbas Insiden Capitol Hill, Trump: Saya Tak Inginkan Kekerasan

https: img.okezone.com content 2021 01 13 18 2343449 terancam-dimakzulkan-imbas-insiden-capitol-hill-trump-saya-tak-inginkan-kekerasan-XWPqCwu6jm.jpg

DIDESAK mengundurkan diri setelah pendukungnya menerobos Gedung Kongres Amerika (Capitol Hill) dan menewaskan lima orang pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan ada kemarahan yang luar biasa tentang upaya untuk memakzulkannya tetapi ia menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kekerasan.

“Saya tidak menginginkan kekerasan,” ujar Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke tembok perbatasan di Alamo, Texas.

Dewan Perwakilan Rakyat AS sedang mempersiapkan pemungutan suara untuk memakzulkan Presiden Donald Trump minggu ini.

Dalam pernyataan pertama kepada wartawan sejak 8 Desember, Trump tidak menjawab pertanyaan apakah ia akan mengundurkan diri. Ia mengkritik langkah pemakzulan oleh fraksi Demokrat.

Baca Juga: Penyerangan Capitol Hill, DPR AS Lakukan Pemungutan Suara Makzulkan Trump

Trump mengatakan, pemakzulan menuai kemarahan yang luar biasa dan mereka (Demokrat) melakukannya. Apa yang mereka lakukan itu benar-benar mengerikan. Ia menambahkan, upaya memakzulkannya, dengan tuduhan menghasut pemberontakan untuk menyerang Capitol Hill, adalah kelanjutan “upaya mengada-ada” untuk menjatuhkannya.

Trump akan menjadi presiden pertama yang dimakzulkan dua kali jika DPR memutuskan mendukung pemakzulan itu, Rabu.


(kha)

  • #Capitol Hill
  • #AS
  • #Pemakzulan Trump
  • #Donald Trump

Next Post

Soal Calon Kapolri, Ini Pesan Waketum MUI untuk Presiden Jokowi

Rab Jan 13 , 2021
JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas turun memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penunjukkan Kapolri yang akan menggantikan Idham Azis. Ia menekankan, menunjuk dan mengangkat Kapolri adalah hak Presiden. Namun demikian dalam menunjuk calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara tidak hanya didasarkan […]