Jakarta () – Asisten pelatih Sulut United Basri mengatakan timnya kurang beruntung ketika dikalahkan PSIM Yogyakarta pada pertandingan terakhir Grup Y babak delapan besar Liga 2 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis.

Berbicara pada sesi konferensi pers virtual seusai pertandingan, Kamis, Basri mengatakan Sulut United kecolongan oleh gol  menit-menit terakhir. Tapi dia mengucapkan selamat kepada PSIM Yogyakarta yang lolos ke semifinal.

"Kami harus akui keberuntungan berpihak pada Jogja, secara permainan seimbang mungkin. Kita kecolongan di menit akhir. Saya ucapkan selamat kepada PSIM Yogyakarta," kata Basri.

Basri menjelaskan, secara keseluruhan Sulut United sudah mengetahui taktik permainan dari PSIM Yogyakarta, namun gol  menit akhir membuat mereka sulit bangkit kembali.

"Secara keseluruhan kita sudah tahu taktikal mereka bermain, kita sudah maksimal meredam semua segala macam. Tapi ada gol di menit akhir, kita kecolongan dan sulit untuk bangkit lagi," jelas Basri.

Basri meminta maaf kepada warga Sulawesi Utara mewakili pelatih kepala Ricky Nelson dan pemain Sulut United karena harus kandas pada babak delapan besar Liga 2.

Dia meminta doa dari warga Sulawesi Utara agar Sulut United bisa lebih baik lagi nanti dan pada akhirnya bisa tampil dalam divisi elite sepak bola Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan minta maaf kepada masyarakat Sulut, kami kandas di delapan besar. Saya beribu-ribu minta maaf, mewakili Coach Ricky dan pemain, doakan mudah-mudahan Sulut United ke depannya lebih baik lagi," terang Basri.

Sulut United harus mengubur mimpi mereka lolos ke semifinal Liga 2 usai dikalahkan PSIM Yogykarta 0-1 dan membuat mereka menduduki peringkat ketiga klasemen Grup Y babak delapan besar dengan tiga poin dari tiga pertandingan.

Baca juga: Ansyari lubis akui pemain PSMS sudah tampil spartan
 

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2021