Seputar Fakta Meninggalnya Bupati Halmahera Timur saat Orasi Pilkada

https: img.okezone.com content 2020 09 05 340 2273229 seputar-fakta-meninggalnya-bupati-halmahera-timur-saat-orasi-pilkada-tVjIQsJZjB.jpg

JAKARTA – Suasana gegap gempita mendadak pilu. Tak disangka tak dinyana, Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma’bud meninggal dunia secara mendadak. Kepergiannya pun sangat mengejutkan, karena di momentum dirinya usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati di KPU Halmahera Timur untuk Pilkada 2020.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 4 September 2020 saat dirinya sedang berorasi di depan massa pendukungnya. Berikut Okezone rangkum seputar fakta kematian Muhdin Ma’bud:

1. Meninggal saat orasi politik usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati

Seusai mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Halmahera Timur, Muhdin melakukan orasi politik di depan pendukungnya. Namun, selang 10 menit, ia langsung jatuh dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Maba. Nyawanya pun tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pukul 16.25 WIT.

2. Jenazahnya dijemput ratusan orang

Usai dinyatakan wafat, ratusan orang yang merupakan pendukungnya menjemput Muhdin untuk dibawa ke rumah duka, yakni kediaman orangtuanya di Desa Soagimalaha, Kecamatan Maba Kota.

3. Terkena serangan jantung

Dokter Denis Sutorus, tim dokter RSU Maba menyatakan, Muhdin terkena serangan jantung. Pihaknya sempat melakukan pemeriksaan dalam kondisi Muhdin tak sadar. Sesudah itu di cek denyut nadinya negatif, pupilnya juga tidak aktif atau dibatasi atau respon terhadap cahaya juga tidak ada.

Baca Juga: Usai Daftar di KPU, Bupati Halmahera Timur Meninggal Dunia 

Bupati Haltim

Pihaknya langsung melakukan refuitasi jantung atau pijat jantung terhadap dapat merespon kembali jantungnya yang berhenti. Namun, nyawanya tak tertolong setelah ditangani 45 menit.

4. Dikenal baik dan bersahaja

Anjas Taher, wakil bacabup almarhum mengenang sosok almarhum sebagai tokoh yang bersahaja kepada siapa pun dan sudah berjasa membangun Kabupaten Halmahera Timur selama periodenya. Kemudian, orangnya baik luar biasa, orangnya juga yang membangun daerah ini, sangat mulia hati orangnya membangun daerah ini. Bahkan, terakhir dia meninggal di dalam ucapannya cuma pembangunan daerah.

5. Suasana haru selimuti pemakaman

Jenazah almarhum Mudin dimakamkan keluarga di Pulau Mobon, Kecamatan Maba Kota, pada Sabtu 5 September 2020 sore. Almarhum dilepas dengan suasana penuh air mata, keluarga dan kerabat.

Baca Juga: Suasana Haru Selimuti Pemakaman Bupati Halmahera Timur

(Ari)

  • #obituari
  • #Bupati Halmahera Timur
  • #Bupati Halmahera Timur Meninggal
  • #Mudin Mabud
  • #Kepala Daerah Meninggal Dunia

Next Post

Ketua RT Sebut Ada Luka di Kepala Mayat Pria Terikat di Kali Ciliwung Jaktim

Ming Sep 6 , 2020
Jakarta – Penemuan mayat pria di Kali Ciliwung Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, menggemparkan warga. Mayat pria tak beridentitas itu ditemukan dalam kondisi tangan terikat. Ketua RT 01 RW 06 Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Nora, mengatakan, dirinya mengetahui kejadian itu sekitar pukul 05.00 WIB lebih. Dia diberitahu petugas […]