Sepak Terjang dan Kontroversi Abu Bakar Ba’asyir, Dibidik Amerika hingga Dianggap Terlibat Bom Bali

https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2340857 sepak-terjang-dan-kontroversi-abu-bakar-ba-asyir-dibidik-amerika-hingga-terlibat-bom-bali-FzpBnXHMFc.jpg

JAKARTA –Terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba’asyir telah menghirup udara bebas dari Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sekira pukul 05.21 WIB, Jumat (8/1/2021).

Informasi yang dihimpun, Abu Bakar Ba’asyir keluar dengan menggunakan ambulans berplat nomor B 1642 PIX, dan mobil berukuran sedang bernomor polisi AD 1138 WA.

(Baca juga: Abu Bakar Ba’asyir Bebas dari Lapas Gunung Sindur Pagi Ini)

Sebelumnya, pada Januari 2019, Abu Bakar Ba’asyir sempat akan dibebaskan oleh pemerintah melalui program pembebasan bersyarat dengan alasan kemanusiaan. Namun rencana itu batal, karena Abu Bakar Ba’asyir enggan menandatangani dokumen setia pada Pancasila dan NKRI yang menjadi syarat pembebasannya.

Okezone pun kembali mengulas sepak terjang dan kontroversi mantan Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) tersebut.  Abu Bakar Ba’asyir ditangkap di Ciamis, Jawa Barat, pada 9 Agustus 2010 dan divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, terbukti menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme. Sebelumnya, dia juga pernah ditangkap atas sejumlah dakwaan berbeda. Pada tahun 1983, dia bersama Abdullah Sungkar ditangkap dengan tuduhan menghasut.

Abu Bakar Ba’asyir juga melarang santrinya hormat kepada Bendera Merah Putih dengan menyebutnya sebagai perbuatan syirik.

Setelah itu pada Maret 2005, Abu Bakar Ba’asyir kembali divonis 2,6 tahun penjara karena diduga terlibat dalam peledakan bom di Hotel JW Marriot dan bom Bali. Dia divonis 2,6 tahun penjara dan dibebaskan pada 2006, menyusul tahun 2010 ia divonis penjara selama 15 tahun lantaran terbukti terlibat dalam menggalang dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Di tahun 2014, Ustadz Abu didakwa terlibat dalam pemufakatan jahat dengan pelaku bom Bali yaitu Amrozi dan Mubarok. Dari tuntutan delapan tahun penjara, hakim memvonis Abu Bakar Ba’asyir 2,5 tahun penjara.

(Baca juga: Polisi hingga Satpol PP Sambangi Markaz Syariah Megamendung, Ada Apa?)

Tahun 2002, Majalah TIME menulis berita dengan judul “Confessions of an Al Qaeda Terrorist” ditulis bahwa Ba’asyir sebagai perencana peledakan di Masjid Istiqlal. TIME menduga Ba’asyir sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional yang beroperasi di Indonesia.

TIME mengutip dari dokumen CIA, bahwa pimpinan JI Abu Bakar Ba’asyir “terlibat dalam berbagai plot”. Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda warga Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afganistan, yang diduduki AS.

Al-Faruq mengeluarkan pengakuan kepada CIA. Tak hanya mengaku sebagai operator Al-Qaeda di Asia Tenggara, dia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Ba’asyir. Menurut berbagai laporan intelijen yang dikombinasikan dengan investigasi majalah TIME, Ba’asyir disebut bercita-cita membentuk negara Islam di Asia Tenggara.

Sebelumnya, kuasa hukum Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan mengatakan, kliennya akan langsung menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Jawa Tengah, usai keluar dari Lapas Gunung Sindur. Di Ponpes tersebut, Ustadz Abu Bakar Bakar Ba’asyir akan lebih banyak berkumpul bersama keluarga dan istirahat

“Iya akan langsung ke Ponpes Ngruki. Kegiatan sementara (Abu Bakar Ba’asyir) berkumpul bersama keluarga saja sampai dengan pandemi selesai,” ucap Achmad Michdan kepada MNC Media, Kamis (7/1/).

Lebih lanjut, dibeberkan Michdan, Abu Bakar Ba’asyir akan dijemput oleh tim penasehat hukum, tim dokter, serta putranya, setelah bebas dari Lapas Gunung Sindur. Michdan melarang ada penyambutan terkait kebebasan Ba’asyir.

“Tidak ada penyambutan, pondok sedang libur dan imbauan kami dan keluarga tidak perlu menjemput dan bersilaturahmi dulu baik para sahabat, para tokoh-tokoh, mau simpatisan berkaitan dengan pandemi Covid-19,” tandasnya.

1
2

  • #Terorisme
  • #Abu Bakar Baasyir
  • #Abu Bakar Baasyir Bebas

Next Post

Abu Bakar Ba'asyir Tancap Gas ke Solo Usai Bebas dari Lapas Gunung Sindur

Jum Jan 8 , 2021
BOGOR – Mantan narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir telah bebas dari Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (8/1/2020). Ba’asyir langsung berangkat menuju kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Informasi terhimpun, Abu Bakar Baasyir keluar sekira pukul 05.21 WIB. Terdapat beberapa mobil rombongan yang membawa Ba’syir keluar dari dalam […]