Sempat Ditahan, Jurnalis Ponco Sulaksono Akhirnya Dibebaskan Polisi

https: img.okezone.com content 2020 10 09 338 2291366 sempat-ditahan-jurnalis-ponco-sulaksono-akhirnya-dibebaskan-polisi-zG63Gb2D3g.jpg

JAKARTA – Setelah sempat diamankan oleh aparat kepolisian saat meliput aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Gambir, Jakarta, Pusat, Kamis (8/10/2020), jurnalis merahputih.com Ponco Sulaksono akhirnya bisa dibebaskan dari Polda Metro Jaya.

Ponco sempat ditahan lebih dari 1×24 jam bersama massa yang juga ditangkap dalam aksi unjuk rasa tersebut. Ia keluar dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.30 WIB.

“Alhamdulillah semua sehat, ini luka sedikit saja kena aspal,” ujar Ponco di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga: Jurnalis Media Online Diduga Hilang saat Liput Demo UU Ciptaker 

Ponco Sulaksono ditangkap aparat kepolisian saat sedang bertugas meliput demo penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Oktober 2020. Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah mengaku kepada aparat Kepolisian yang bertugas bahwa dirinya sedang meliput aksi demo tersebut.

“Saya sudah bilang saya wartawan, id card (kartu pers) saya tunjukan ke aparat,” kata Ponco.

Baca Juga: Jurnalis Ditangkap saat Liput Demo UU Cipta Kerja, Polri: Situasinya Chaos 

Sebelumnya diwartakan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, mengakui profesi jurnalis dilindungi undang-undang. Terlebih, ketika bertugas. Namun, Argo berdalih saat itu kondisinya sedang chaos dan anarkis, sehingga petugas bersikap melindungi diri sendiri.

“Memang kita seharusnya menjunjung dan melindungi wartawan, tapi karena situasinya chaos dan anarkis anggota juga melindungi dirinya sendiri,” ujar Argo di kantornya, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

(Ari)

  • #Demo UU Cipta Kerja
  • #Kekerasan jurnalis
  • #Jurnalis
  • #Demo Tolak UU Ciptaker
  • #Demo Omnibus Law
  • # Omnibus Law

Next Post

Terdampak Normalisasi Kali Rawa Rengas, 18 KK di Cakung Diminta Kosongkan Rumah

Jum Okt 9 , 2020
JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melayangkan surat peringatan kepada 18 kepala keluarga (KK), di Kelurahan Cakung Timur yang tinggal di bantaran Kali Rawa Rengas. Surat peringatan ini sebagai tindak lanjut menyusulnya proyek normalisasi Kali Rawa Rengas yang segera dikerjakan. Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian mengatakan, pihaknya […]