SBY Dituding Biayai Demo UU Ciptaker, Demokrat Akan Tempuh Jalur Hukum

https: img.okezone.com content 2020 10 10 337 2291376 sby-dituding-biayai-demo-uu-ciptaker-demokrat-akan-tempuh-jalur-hukum-MToqEH7Gbl.jpg

JAKARTA – Partai Demokrat (PD) menyayangkan adanya upaya fitnah dan hoaks yang dilancarkan oleh akun-akun buzzer seperti @digeeembok yang menuding PD dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membiayai aksi besar buruh dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang menolak Undang-Undang tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker), Kamis 8 Oktober 2020.

“Saya selaku Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, berpandangan perlu ada pernyataan pers untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya, dalam rangka memenuhi hak informasi publik yang didasari oleh kejujuran dan asas fair and balance,“ kata Kepala Bakomstra PD Ossy Dermawan dalam keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga:  129 Pendemo Terluka Akibat Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Ossy menegaskan bahwa kabar PD atau Cikeas (keluarga SBY) membiayai demo kemarin adalah fitnah, hoaks dan tidak berdasar. Pernyataan tersebut juga melecehkan kaum buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan, yang murni menyuarakan penolakan UU Ciptaker.

“Bahwa jika ada pihak-pihak yang melancarkan fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Partai Demokrat, maka kami akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Ossy mengakui bahwa PD menolak pengeshaan UU Ciptaker, sebagaimana yang disampaikan dalam pandangan mini fraksi, tanggal 3 Oktober 2020, dan juga Sidang Paripurna tanggal 5 Oktober 2020. Tetapi, sikap itu biasa dalam politik dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, akademisi, LSM, serikat buruh, organisasi mahasiswa serta beberapa kepala daerah juga menolak UU itu.

 

Terkait demo, Ossy menegaskan bajwa pihaknya sudah mendaoatkan informasi sejak sebelum pengesahan dari media massa bahwa para buruh dan mahasiswa akan melancarkan aksi pada 8 Oktober 2020. Untuk itu, DPP PD telah mengeluarkan surat Arahan Ketua Umum PD kepada para Ketua DPD dan DPC seluruh Indonesia pada 7 Oktober 2020, agar seluruh kader PD tidak melakukan provokasi dan pengarahan massa.

“Bahwa benar dalam arahan tanggal 7 Oktober 2020 itu, Ketua Umum juga meminta para anggota DPRD untuk menerima para pendemo di kantor DPRD nya masing-masing, dengan tujuan agar aspirasi masyarakat bisa disalurkan dengan baik, sehingga para pendemo tidak melakukan tindakan anarkis karena suaranya tidak tersalurkan,” paparnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: UU Ciptaker Bertujuan Lakukan Reformasi Struktural

Untuk melanjutkan sikap Fraksi PD, Ossy menambahkan, pihaknya sudah mengirim surat kepada Ketua DPR RI pada Jumat 9 Oktober yang berisi Permohonan Permintaan Dokumen RUU Cipta Kerja. Karena, usai disahkannya RUU tersebut menjadi UU, Fraksi PD secara resmi belum mendapatkan dokumen UU Ciptaker yang telah disahkan tersebut. Padahal lazimnya, jika UU sudah disahkan, setiap Fraksi di DPR RI akan menerima dokumennya.

Faktanya, sambung Ossy, banyak dokumen yang berseliweran di ruang publik namun tidak diketahui mana yang versi finalnya. Fraksi PD berniat untuk mempelajari dokumen final tersebut secara utuh, agar dapat diketahui substansinya secara lengkap dan jelas, pasal per pasal, dengan tujuan untuk tidak membuat chaos informasi yang dapat membingungkan publik sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat pada pemerintah.

“Partai Demokrat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencegah hoax dan penyesatan informasi yang dapat mengancam stabilitas sosial, politik dan keamanan dalam negeri,” pungkasnya.

(Ari)

  • #UU Cipta Kerja
  • #Demo Tolak UU Cipta Kerja
  • #Demo Tolak Omnibus Law
  • #SBY
  • #Partai Demokrat

Next Post

Usai Dihadang-Ditembaki KKB, Bagaimana Kelanjutan Tugas TGPF?

Sab Okt 10 , 2020
Jakarta – Rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan Intan Jaya dihadang dan ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Hitadipa, Papua. Usai penembakan, TGPF bertekad menyelesaikan target yang diberikan oleh Menko Polhukam Mahfud Md. “Tim ini bertekad untuk menyelesaikan target yang diberikan oleh Bapak Menko Polhukam dan kejadian […]