Sayangkan Demo Ricuh, Wawali Bandung: Sampaikan Aspirasi Tak Perlu Merusak!

https: img.okezone.com content 2020 10 06 525 2289550 sayangkan-demo-ricuh-wawali-bandung-sampaikan-aspirasi-tak-perlu-merusak-rLBOP4I0bQ.jpg

BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sangat menyayangkan aksi anarkistis yang dilakukan kelompok pemuda tak dikenal bersamaan dengan unjuk rasa mahasiswa, berakhir dengan kerusuhan.

Yana mengatakan, aspirasi terkait penolakan UU Omnibus Law bisa disampaikan secara baik dan kondusif melalui mekanisme cerdas yang semestinya. Jadi tidak perlu melakukan tindakan anarkistis, terutama perusakan fasilitas umum

“Tadi ke Cikapayang (Jalan Ir H Djuanda) terus ke gedung Dewan (DPRD Jabar). Pemerintah kota menyayangkan unjuk rasa hari ini berakhir dengan kericuhan. Padahal pemerintah kota memahami aspirasi tentang omnibus law ini. Kan tentunya bisa disalurkan lewat jalur semestinya lah gitu, tidak perlu merusak seperti ini. Padahal, kota ini kan dibangun dengan (uang) masyarakat juga, menyayangkan lah,” kata Wawali kepada wartawan di Taman Cikapayang, Dago, Selasa (6/10/2020) malam.

Baca Juga:  Kelompok Berpakaian Hitam Diduga Pemicu Kericuhan Demo di Bandung

Hasil pantauan, ujar Yana, banyak fasilitas publik di Taman Cikapayang yang dirusak kelompok perusuh. “Cikapayang itu kan sebetulnya tidak ada kaitannya (dengan penolakan terhadap Ombnibus Law). gitu ya. Tapi kalau di sini kan, sekitar gedung Dewan, tepat, ingin menyampaikan aspirasi ke temen-temen di dewan,” ujar Yana.

Disinggung kesiapan Pemkot Bandung menghadapi gelombang aksi unjuk rasa pada Rabu 7 Oktober 2020, Wakil Wali Kota menuturkan, Pemkot Bandung memahami aspirasi dari buruh dan mahasiswa atau kelompok masyarakat.

“Salurkan (aspirasi) melalui jalur yang seharusnya lah. Tidak perlu dengan anarkistis, merusak fasilitas publik,” tutur Wakil Wali Kota.

Baca Juga:  Demo UU Ciptaker di UIN Serang Ricuh, 2 Polisi Terluka

Yana menyerahkan penanganan dan proses hukum terhadap para pelaku yang merusak fasilitas umum di Kota Bandung. “Teman-teman dari kepolisian (Polrestabes Bandung) sudah mengamankan beberapa orang yang dianggap memprovokasi. Mudah-mudahan (aksi anarkistis) tidak terulang lah. Sangat menyayangkan, fasilitas publik yang dirusak,” ungkap Yana.

“Di tengah pandemi ini keliatannya kerumunan massa tidak terkendali. Soal physical distancing, kami juga khawatir jangan sampai teman-teman yang melakukan demo itu terpapar virus (corona), keluarganya atau siapapun yang ada di rumah,” harap Wawali.

(Ari)

  • # Omnibus Law
  • #Demo di Bandung
  • #UU Cipta Kerja
  • #RUU Cipta Kerja
  • #Demo Omnibus Law

Next Post

Buruh Serahkan 9 Petisi dan Ancam Gugat UU Cipta Kerja

Sel Okt 6 , 2020
TANGERANG – Audiensi sejumlah pengurus Serikat Pekerja (SP) dengan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany akhirnya selesai. Hasilnya, ada 9 petisi yang diserahkan buruh kepada Airin. Petisi ini berisikan protes buruh terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang tidak adil. Para buruh berharap, 9 petisi yang disampaikan kepada Airin itu, bisa […]