Satu Keluarga Dibantai MIT, Presiden Jokowi Diminta Teken Perpres TNI Tangani Terorisme

https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2318494 satu-keluarga-dibantai-mit-presiden-jokowi-diminta-teken-perpres-tni-tangani-terorisme-sGWcYadoPF.jpg

JAKARTA – Pengamat terorisme Ridwan Habib mengatakan, pembantaian satu keluarga yang diduga oleh kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sigi, Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa kelompok Ali Kalora tersebut masih eksis dan survive meskipun tengah diburu oleh Satgas Operasi Tinombala.

Dia pun mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera meneken Perpres pelibatan TNI dalam menangani terorisme di Tanah Air.

“Saya kira ini merupakan saat yang sangat tepat untuk segera meneken Perpres untuk pelibatan TNI untuk mengatasi terorisme. Perpres itu adalah amanat UU Nomor 58 tentang Terorisme yang baru dan sampai saat ini belum didatangani. Ini saya kira saat paling tepat,” ujar Ridwan saat dihubungi Okezone, Senin (30/1/2020).

Baca juga:

Begini Kesaksian Anak Satu Keluarga yang Diduga Dibantai Teroris MIT   

Polri Sampaikan Dukacita Terkait Pembantaian Satu Keluarga di Sigi

Mahfud MD Pastikan Satgas Tinombala Buru Pembantai Satu Keluarga di Sigi 

Ridwan menilai, aksi kelompok MIT sengaja memilih target warga penduduk yang akses komunikasi dan transportasinya masih jauh dari keramaian. Warga Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo diketahui tinggal di pinggir bukit dan pengunungan.

“Mereka juga menyasar targer agama lain. Ini membuktikan mereka memilih targetnya bukan secara asal. Jadi mereka memilih target bukan acak,” ucap dia.

Ridwan menjelaskan, teknis eksekusi kelompok MIT ini juga menunjukkan bahwa mereka masih berafiliasi dan setia dengan ISIS di Timur Tengah.

“Walaupun secara organisasi ISIS sudah kehilangan basis wilayah, tapi secara ideologi masih mereka ikuti. Salah satu ciri khas ISIS memenggal kepala penuh,” ungkap dia.

Ridwan juga meyakini bahwa MIT juga merekam kegiatan saat membantai satu keluarga korbannya tersebut. Dimana, lanjut dia, video tersebut akan digunakan untuk menciptakan teror agar masyarakat menjadi takut.

“Perlu ada segera dari pimpinan tokoh agama di Sulteng termasuk para pimpiman keamanan TNI dan Polri, dan menurut saya sklanya sudah layak untuk diberikan tanggapan untuk Polhukam di Jakarta karena akan membahayakan kerukunan,” tuturnya.

1
2

  • #Terorisme
  • #Sekeluarga Dibunuh
  • #Tim Densus 88
  • #tni
  • #Mujahidin Indonesia Timur
  • #MIT Poso

Next Post

FPI Belum Pastikan Habib Rizieq Akan Penuhi Panggilan Polisi

Sen Nov 30 , 2020
JAKARTA – Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI), Yanuar Aziz mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui apakah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Selasa 1 Desember 2020 mendatang. “Belum tahu,” singkat dia saat dikonformasi Okezone, Senin (31/11/2020). Aziz menilai, pemanggilan penyidik terhadap […]