Satgas Sebut Libur Panjang Picu Penurunan Disiplin Prokes Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 12 03 337 2321270 satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19-1UPlFNPgPC.jpg

JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terjadi usai libur panjang 28 Oktober-1 November 2020. 

“Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan tersebut semakin menurun,” katanya saat konferensi pers, Kamis (3/12/2020).

Padahal dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker. Sementara kondisi saat ini masih di bawah 60%. 

Wiku.

Selain itu, dari pemetaan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, hanya 9% dari 512 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak. 

Menurutnya jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan maka akan meningkatkan penularan. Sehingga dapat dipastikan jika  dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat.

Baca juga: Overload, Ini Alternatif Walikota Solo ” href=”https://news.okezone.com/read/2020/12/03/512/2321094/rumah-sakit-covid-19-overload-ini-alternatif-walikota-solo”>Rumah Sakit Covid-19 Overload, Ini Alternatif Walikota Solo 

“Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,” pungkasnya. 

(qlh)

  • # Protokol Kesehatan Covid-19
  • #Wiku Adisasmito
  • #Libur Panjang
  • #Covid-19
  • #Satgas Covid-19

Next Post

Kasus Covid-19 Harian 8 Ribu, Epidemiolog: Perlu Ambil Tindakan Tegas Seperti Lockdown

Jum Des 4 , 2020
JAKARTA – Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai bahwa kasus harian Covid-19 menembus angka 8 ribu lantaran tidak ada keseriusan melakukan manajemen penanganan pandemi. “Konsekuensi yang dapat diperkirakan logis karena kita tidak menganggap serius manajemen pandemi,” kata Dicky kepada Okezone, Jakarta, Jumat (4/12/2020). Karena tidak ada keseriusan manajemen pandemi, […]