Satgas Minta Kepala Daerah Pantau Perkembangan Kasus Covid-19

JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan peta zonasi risiko per 30 Mei 2021, masih harus diwaspadai. Perkembangan terkini, daerah zona merah (risiko tinggi) naik dari 10 menjadi 13, zona oranye naik dari 302 menjadi 322, dan zona kuning (risiko rendah) menurun dari 194 menjadi 171 kabupaten/kota.

Menurut Wiku, zona hijau tidak terdampak masih 7 kabupaten/kota dan tidak ada kasus baru tetap 1 kabupaten/kota.

“Semakin banyak kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki risiko penularan tingkat sedang dan tinggi,” kata Wiku dalam keterangannya.

Baca juga:  Ridwan Kamil: Zona Merah Covid-19 Hadir Kembali di Jabar

Yang perlu menjadi perhatian, penambahan daerah masuk zona merah merupakan kontribusi dari 9 kabupaten/kota yang berpindah. Dan daerah-daerah ini didominasi dari Pulau Sumatera. Perpindahan ke zona merah, menandakan penanganan di wilayah tersebut butuh segera diperbaiki. Rinciannya Bengkulu Utara, Kota Solok, Pasaman Barat, Solok, Kota Prabumulih, Dairi, Kota Batam, Melawi dan Kudus.

Baca juga:  Imbauan Satgas Covid-19 agar Lebaran Aman untuk Daerah Zona Merah dan Orange

Untuk itu, kesiagaan pemerintah daerah hingga ke tingkat kabupaten/kota sangat dibutuhkan. Karena saat ini Indonesia berada dalam potensi lonjakan akibat dampak dari libur Idul Fitri. Dan kesiagaan ini ditujukan agar daerah tetap dapat menangani potensi kenaikan kasus Covid-19 dengan baik.

Belajar dari apa yang dialami Kudus, bahwa selama 3 minggu sebelumnya berada di zona oranye. Dan karena tidak ditangani dengan baik, daerahnya berpindah ke zona merah. Dan hal serupa dapat terjadi pada 322 kabupaten/kota yang berada di zona oranye saat ini.

Pemerintah provinsi yang daerahnya masuk zona merah harus meningkatkan testing pada warganya yang baru pulang dari bepergian. Testing juga dapat dilakukan kepada yang baru pulang bepergian, atau baru dikunjungi keluarga dari luar wilayah tempat tinggalnya pada periode libur Idul Fitri lalu.

Pemerintah daerah juga harus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memadai dan siap menangani pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Dan upaya antisipasi ini harus dilakukan mengingat tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit cenderung meningkat pada beberapa daerah.

“Ingat, zonasi risiko ini bukan sekedar zonasi yang bisa diabaikan dan dianggap enteng. Kepala daerah harus memantau perkembangan kabupaten/kota di daerahnya masing-masing,” tegas Wiku.

1
2
  • #Covid-19
  • #Virus Corona
  • #Satgas Covid-19
  • #kepala daerah
  • #Zona Merah COVID-19

Next Post

Sudah 100 Hari Jadi Wali Kota Solo, Gibran Beberkan Kinerjanya

Sab Jun 5 , 2021
SOLO – Gibran Rakabuming Raka sudah 100 hari menjadi Wali Kota Solo, sejak dilantik pada Jumat 26 Februari 2021 lalu. Berbagai kebijakan, gebrakan, dan gerakan dilakukan oleh putra sulung Presiden RI Joko Widodo itu selama memimpin Solo. Bahkan pada hari pertama dilantik Gibran sudah langsung menggebrak dengan mengunjungi sejumlah pasar […]