Rudal Pemberontak Houthi Hantam Kilang Minyak Arab Saudi

https: img.okezone.com content 2020 11 25 18 2315610 rudal-pemberontak-houthi-hantam-kilang-minyak-arab-saudi-fQS9UvVwOc.jpg

YAMAN – Pemberontak Yaman, Houthi, mengatakan mereka menyerang fasilitas kilang minyak Saudi di kota pelabuhan Jeddah pada Senin 23 November pagi dengan rudal jelajah baru. Penyerangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pihak kerajaan selesai menjadi tuan rumah KTT G20 secara virtual.

Associated Press, melaporkan kerajaan mengakui serangan itu beberapa jam kemudian. Video ledakan kecil di fasilitas Saudi Arabian Oil Co. di Jeddah telah beredar di media sosial sepanjang hari dan foto satelit mengkonfirmasi kerusakan di situs tersebut.

Seorang pejabat Kementerian Energi yang tidak disebutkan namanya mengatakan sebuah proyektil menghantam tangki bahan bakar di stasiun distribusi Jeddah dan menyulut api sekitar pukul 03.50 waktu setempat.

Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi yang didukung Iran di Yaman, menyalahkan para pemberontak atas “serangan pengecut yang tidak hanya menargetkan kerajaan, tetapi juga menargetkan pusat saraf pasokan energi dunia dan keamanan ekonomi global.”

Jenderal Yehia Sarie, juru bicara militer Houthi, mencuit bahwa pemberontak menembakkan rudal jelajah Quds-2 baru di fasilitas itu. Dia mengunggah gambar citra satelit yang cocok dengan tangki-tangki Aramco di Jeddah.

Fasilitas itu berada tepat di tenggara Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, sebuah lapangan terbang utama yang menangani jemaah haji Muslim yang masuk dalam perjalanan ke Mekah terdekat.

Baca Juga : Pentingnya Sinergi Komunitas Agama dan Ormas Dalam Tangani Covid-19

Sebuah foto satelit dari Planet Labs Inc. yang kemudian diterbitkan oleh TankerTrackers.com menunjukkan kerusakan pada salah satu tangki di pabrik massal dan apa yang tampak seperti busa pencegah kebakaran di tanah di dekatnya.

Saudi Aramco, raksasa minyak kerajaan yang sekarang sebagian dari nilainya yang diperdagangkan secara publik di pasar saham, tidak menanggapi permintaan komentar. Sahamnya sedikit naik kemarin di bursa saham Tadawul Riyadh karena harga minyak mentah tetap stabil di atas $ 40 per barel.

Serangan tersebut terjadi tepat setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke kerajaan untuk melihat Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sebuah pertemuan yang dilaporkan juga dihadiri oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kerajaan itu juga baru saja menjadi tuan rumah KTT G-20 tahunan, yang berakhir Minggu 22 November.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah memerangi Houthi sejak Maret 2015, beberapa bulan setelah pemberontak merebut ibu kota Yaman, Sanaa. Perang telah menemui jalan buntu sejak itu, sementara Arab Saudi menghadapi kritik internasional atas serangan udaranya yang menewaskan warga sipil.

1
2

  • #Arab Saudi
  • #Kilang Minyak
  • #Milisi Houthi

Next Post

Anak dan Menantu Habib Rizieq Rugi Sendiri Mangkir dari Agenda Klarifikasi

Rab Nov 25 , 2020
JAKARTA – Polri mengungkap kerugian hukum untuk putri Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Syihab dan menantunya Irfan Alaydrus yang mangkir dari panggilan kepolisian terkait penyelidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, kerugian akan dialami pasangan pengantin itu lantaran hal ini adalah kesempatan untuk […]