Remaja Tewas Membeku Setelah Salah Belok di Jalanan Maut Siberia

https: img.okezone.com content 2020 12 15 18 2327725 remaja-tewas-membeku-setelah-salah-belok-di-jalanan-maut-siberia-dKiOxzLikN.jpg

MOSKOW – Seorang remaja tewas membeku dalam suhu -50C setelah sistem navigasi satelitnya salah menginstruksikannya untuk berbelok di “Road of Bones” atau “Jalan Tulang”, jalur maut yang terkenal kejam di Rusia. Menurut laporan, Google Maps mengirim remaja itu ke sebuah jalur yang tidak digunakan di wilayah terdingin di dunia. 

Sergey Ustinov dan temannya Vladislav Istomin, keduanya berusia 18 tahun, terdampar saat radiator mereka rusak akibat paku kayu di jalan yang tertutup salju. Mereka tidak mengambil tindakan pencegahan untuk kondisi ekstrem, dan dengan cepat menderita radang dingin.

BACA JUGA: Makam Prajurit Zaman Besi Berusia 2.500 Tahun Ditemukan di Siberia

Sergey ditemukan membeku di dalam Toyota Chaser miliknya, sementara temannya secara ajaib masih hidup tetapi menderita hipotermia akut. Petugas medis sekarang mencoba menyelamatkan Vladislav, dengan lengan dan kakinya sangat beku.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, kami memperjuangkan hidupnya,” kata seorang dokter sebagaimana dilansir Siberian Times,

Kedua remaja itu sedang berkendara dari kota terdingin di dunia, Yakutsk ke pelabuhan Magadan, di jalan raya era Stalin yang dikenal sebagai Road of Bones. Jalan itu dibangun oleh para tahanan politik dan menewaskan 250 ribu orang selama prosesnya.

BACA JUGA: 5 Jalanan Ini Dijamin Bikin Adrenalin Anda Memuncak, Berani Melintas?

Rute di Yandex Maps, layanan Rusia, menunjukkan jarak 1.900 km di jalan raya federal Kolyma melalui Ust-Nera.

Namun mereka mengikuti Google Maps, yang menawarkan rute yang lebih pendek melalui Tomtor sejauh 1.733 km melintasi medan yang tertutup salju. Mengutip penyelidikan polisi, jalan tersebut telah ditinggalkan pada 1970-an.

Setelah terjebak di jalan yang ditinggalkan, mereka menyalakan api kecil dan membakar ban agar tetap hangat. Mereka tampaknya tidak dapat menggunakan ponsel mereka untuk menghubungi layanan darurat.

Tidak jelas kapan Sergey meninggal, tetapi temannya tetap hidup selama beberapa hari sampai dia ditemukan oleh polisi setelah pencarian dilakukan.

“Seorang polisi mendatangi Tomtor, karena ada informasi bahwa mereka terlihat di sana,” kata Pejabat Komite Investigasi Nadezhda Dvoretskaya.

“Dia mulai mencari dengan dua penduduk setempat, dan pada malam hari mereka menemukan mobil itu.”

Dia menambahkan: “Orang-orang itu berusaha untuk tetap hangat, dan membakar ban.

“Tapi ternyata, mereka tidak bisa membuat api besar. Dan mereka tidak bisa melepas sisa ban.”

Para remaja itu sebelumnya telah berkendara dari Magadan ke Yakutsk, dan sedang dalam perjalanan pulang. Penduduk setempat terkejut karena mereka tidak memiliki pakaian hangat selama musim dingin di Siberia.

“Mereka orang kota,” kata seorang penduduk setempat. Itu sebabnya mereka memakai sepatu kets.

“Sekarang di sini sangat dingin, belum -60C tapi di malam dan pagi hari suhunya -57C, dan siang hari suhunya -51C.” 

Biasanya mobil tunggal tidak pernah keluar di musim dingin. Mereka berpasangan jika ada yang rusak.

1
2

  • #Google Maps
  • #Siberia
  • #Rusia

Next Post

Kasus Kebakaran Hutan Menurun 60% pada 2020

Sel Des 15 , 2020
JAKARTA – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2020 menurun jika dibandingkan tahun 2019. Tahun ini, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah menetapkan 129 orang dan dua korporasi sebagai tersangka. Sebanyak 93 perkara telah diselesaikan oleh jajarannya, sementara 34 perkara masih dilakukan penyidikan. Area yang terbakar juga mengecil menjadi 535,84 […]