Polri Ungkap Kata Kunci Kasus Ustaz Maaher: ‘Cantik’ dan ‘Jilbab’

https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321345 polri-ungkap-kata-kunci-kasus-ustaz-maaher-cantik-dan-jilbab-4fUbeIt3UV.JPG

JAKARTA – Polri membeberkan kata kunci berupa ‘cantik’ dan ‘jilbab’ terkait penanganan kasus ujaran kebencian dan bernuansa SARA di media sosial Twitter @ustadzmaaher_ yang menetapkan Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata sebagai tersangka.

“Jadi perlu rekan-rekan ketahui bahwasanya kata kunci dalam kasus ini yaitu kata ‘cantik’ dan ‘jilbab’. Karena disini dipastikan positngannya ‘ia tambah cantik pakai jilbab kayak kiainya banser ini ya’,” kata Awi, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Menurut Awi, ujaran kebencian yang disampaikan Ustaz Maaher itu dinilai terkait dengan sosok Kiai atau ulama. Sehingga, pihak pelapor merasa tidak terima lantaran panutan ulamanya dinilai telah dihina oleh Maaher.

“Kiai itu adalah ulama yang ditokohkan sehingga mewakili tokoh yang diutamakan gitu. Kita tahu sendiri bahwasanya ulama itu yang di utamakan di Agama Islam,” ujar Awi.

Oleh sebab itu, kata Awi, ada beberapa orang yang melaporkan hal tersebut khususnya dari banser Nahdatul Ulama (NU) yang melaporkan peristiwa pidana itu.

Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari ahli-ahli terkait dengan ucapan dari Maaher tersebut di media sosial (medsos).

“Yang kami duga terjadi penghinaan yang menjadikan delik yang kuat untuk menghasut dan menimbulkan perpecahan antar golongan dan kelompok masyarakat. Inilah yang jadi pertimbangan kepolisian hasil koordinasi hasil verifikasi dengan ahli baik itu ahli bahasa dan ahli ITE,” ujar Awi.

Sebelumnya, Polri menyatakan, pihaknya saat ini telah menetapkan Ustadz Maaher sebagai tersangka. Maaher sendiri ditangkap, di kediamannya di Cimanggu Wates, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 3 Desember 2020 sekira pukul 04.00 WIB pagi.

Berdasarkan surat penangkapan bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber, Ustadz Maaher At-Thuailibisudah ditangkap atas dasar laporan Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November lalu.

Atas perbuatannya, Maaher disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi 1 Miliar rupiah

(kha)

  • #ujaran kebencian
  • #hate speech
  • #polri
  • #Ustadz Maaher Ditangkap

Next Post

Kompolnas: Polri Bisa Tindak Tegas Pendukung Benny Wenda

Jum Des 4 , 2020
JAKARTA – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyebut Polri bisa langsung menindak pendukung Benny Wenda setelah adanya klaim deklarasikan kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan sementara Papua Barat. “Maka jika ada tindakan yg dilakukan pendukungnya di Indonesia untuk melepaskan diri dari Indonesia, maka Polri harus melakukan penegakan hukum sesuai dengan […]