Polisi Tangkap 4 Orang Terkait Dugaan Ambulans Bawa Batu untuk Pendemo Tolak Omnibus Law

https: img.okezone.com content 2020 10 15 338 2293851 polisi-tangkap-4-orang-terkait-dugaan-ambulans-bawa-batu-untuk-pendemo-tolak-omnibus-law-qsGgqt0x10.jpg

JAKARTA – Polisi menyatakan telah mengamankan empat orang berada di dalam mobil ambulans yang diduga membawa batu untuk logistik pendemo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka sempat melarikan diri di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Menyampaikan ada dugaan bahwa ambulans tersebut bukan untuk kesehatan, tapi untuk mengirim logistik dan indikasi batu untuk para pedemo,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Yusri mengungkapkan, saat itu polisi menaruh kecurigaan terhadap ambulans tersebut karena mencoba melarikan diri saat ingin diperiksa dan hampir menabrak polisi. Akhirnya, polisi mengejar hingga menembakan gas air mata ke ambulans tersebut.

“Kalau memang tidak terbukti kenapa harus melarikan diri, karena yang motor dan ambulans satu lagi itu tidak kabur,” ucap Yusri.

Sebelumnya, ambulans yang diamankan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, terindikasi membawa batu bagi perusuh saat aksi tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Bahkan saat itu seorang penumpang ambulans berinisial N sempat melompat dan langsung ditangkap polisi. Adapun ambulans dan tiga orang lainnya diamankan di sekitar Taman Ismail Marzuki.

Baca Juga : Polisi : Ambulans yang Diamankan di Menteng Diduga Bawa Batu untuk Pendemo

Saat ini, kata Yusri, empat orang tersebut masih menjalani proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Yusri belum mengungkapkan apakah empat orang tersebut tergabung dalam kelompok ormas atau tidak.

Baca Juga : Anies Usul Pelajar yang Demo Dikasih Tugas Bahas UU Cipta Kerja

(erh)

  • #Polda Metro Jaya
  • #Demo Omnibus Law
  • #Demo UU Cipta Kerja
  • #Demo UU Ciptaker
  • #Demo Tolak Omnibus Law
  • #Demo Tolak UU Cipta Kerja
  • #Demo Tolak UU Ciptaker

Next Post

20 Desa di Garut Terdampak Banjir, 2.180 Rumah Terendam

Kam Okt 15 , 2020
JAKARTA – Sebanyak 20 desa yang berada di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdampak banjir. Banjir tersebut Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk meluap pada Senin (12/10/2020). Saat ini banjir sudah surut dan menyisakan material lumpur. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyatakan berdasarkan data […]