Polisi Periksa 4 Mahasiswi UINAM Korban Teror Video Call Cabul

https: img.okezone.com content 2020 10 03 609 2287681 polisi-periksa-4-mahasiswi-uinam-korban-teror-video-call-cabul-zqUzK0jjya.jpeg

MAKASSAR – Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel memanggil empat mahasiswi satu jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) untuk dimintai keterangan dalam dugaan kasus pelecehan seksual video call cabul.

Hal tersebut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Sulsel, Nur Hikmah Kasmar. Ia mengatakan, empat mahasiswi yang dipanggil penyidik adalah korban berinisial Fh, Eh, Ui, dan Fr.

“Sudah memenuhi panggilan dalam rangkaian proses pengumpulan bahan keterangan. Dimintai keterangan sebagai saksi. Kasus ini masih didalami kepolisian. Kita masih butuh beberapa saksi yang terkait dengan laporan. Kemarin hanya Eh yang jadi saksi teman seangkatan yang juga jadi korban,” kata Hikmah.

Hikmah menyampaikan pemeriksaan beberapa korban dilakukan polisi pada Kamis 1 Oktober 2020 siang. Selain kuasa hukum dari LBH APIK, mereka didampingi pimpinan FDK UINAM, yakni Wakil Dekan III, Irwanti Said.

Himah mengapresiasi respons cepat Polda Sulsel menanggapi aduan pelecehan seksual lewat teror video call melalui aplikasi pesan WhatsApp. Terlebih beberapa korban mengaku diteror berulang, pada 23 Juli dan 18 September 2020.

“Tapi ini kan belum jadi laporan polisi (LP) masih pengaduan. Artinya polisi masih butuh saksi yang berkaitan langsung dengan aduan Fh. Makanya kami mengusahakan ada saksi berikutnya bisa diperiksa, sudah ada saksinya, kemarin berhalangan hadir, masih kita komunikasikan kesempatannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Jamaludin mengatakan pihaknya masih mengumpulkan beberapa keterangan dan bukti lain, berkaitan dengan teror video call cabul oleh orang tak dikenal yang menimpa belasan mahasiswi FDK UINAM.

“Belum masih sementara dilidik, belum masih pengaduan. Makanya sementara pengumpulan bahan keterangan. Saksi-saksi dari pelapor. Intinya masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan-red),” ucap Jamaludin.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FDK UINAM, Irwanti Said menjelaskan dari hasil investigasi internal, sudah ada 13 mahasiswa yang dikabarkan menjadi korban kekerasan gender berbasis online (KGBO), meski begitu pihaknya masih perlu memverifikasi informasi tersebut.

“13 mahasiswi itu dari jurusan yang sama. Saya mau pastikan dulu, tapi bertahap jangan sampai mengganggu psikologis mereka. Akhirnya enggan kasih informasi. Minggu depan saya rencana mau ketemu dengan beberapa korban. Saya coba dengan pendekatan emosional,” kata Irwanti.

Menurutnya pimpinan universitas sudah merespon cepat kejadian yang menimpa mahasiswi di fakultasnya ketika kabar miris mencuat ke media massa dan media sosial. Tanti bilang keseriusan itu ditunjukkan dengan pertemuan bersama pimpinan fakultas lainnya.

Baca Juga : Usut Teror Video Call Cabul Terhadap 12 Mahasiswi, UIN Makassar Bentuk Tim Khusus

Rapat pimpinan itu dihadiri oleh perwakilan dekan dan wakil dekan sejajaran universitas berjuluk kampus peradaban tersebut. Serta beberapa bidang yang berkaitan atau mewadahi persoalan mahasiswa.

“Tujuannya untuk menjaring informasi, kemungkinan-kemungkinan adanya peristiwa serupa di fakultas lain,” ucap Irwanti.

Baca Juga : Teror Video Call Cabul, UIN Makassar: Kelihatan Cuma Pusar ke Bawah Lutut ke Atas

1
2

  • #Kasus Pencabulan
  • #Pencabulan
  • #UIN Makassar
  • #Kasus Pelecehan Seksual
  • #Pelecehan Seksual
  • #Video Call

Next Post

Tersenggol Truk Sampah, Pengendara Motor di Daan Mogot Jakbar Terluka

Sab Okt 3 , 2020
JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dengan truk pengangkut sampah terjadi di Jalan Daan Mogot, Jakarta  Barat. Akibatnya pengendara sepeda motor mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, truk sampah tersebut menyenggol sepeda motor itu pada Sabtu (3/10/20200 dini hari sekira pukul 00.43 WIB. […]