Polisi ke Pendukung Habib Rizieq: Jangan Lagi Buat Kerumunan!

https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319845 polisi-ke-pendukung-habib-rizieq-jangan-lagi-buat-kerumunan-WSg6Z1Wesg.jpg

JAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mewanti-wanti pendukung Habib Rizieq Shihab untuk tak lagi membuat kerumunan. Hal itu menyusul rencana Front Pembela Islam (FPI) untuk mengumpulkan massa menemani Habib Rizieq ke Polda Metro.

Yusri mengimbau agar tak ada lagi kerumunan di masa pandemi Covid-19. Habib Rizieq cukup datang ke kantor polisi dengan membawa para pengacaranya.

“Polri akan tegas secara humanis, kalau dia bawa kerumunan banyak maka sebaiknya disarankan kalau memang datang, cukup membawa pengacaranya saja. Intinya Kita mengharapkan dia datang dengan situasi begini pandemi Covid-19, jangan lagi membuat kerumunan!” kata Yusri, Selasa 1 Desember 2020. 

Pihaknya tak segan membubarkan massa pendukung Habib Rizieq Shihab jika menimbulkan kerumunan di Polda Metro Jaya.

“Kalau tetap memaksa massa yang banyak dan menimbulkan protokol kesehatan, Polda Metro Jaya akan mengambil langkah tegas dengan cara membubarkan,” tegasnya.

Selain itu, Yusri juga meminta Habib Rizieq kooperatif terkait pemanggilannya. “Intinya begini, kita mengharapkan Pak MRS tahu dong negara kita negara hukum. Kalau masalah kerumunan itu dilarang, ngapain datang juga harus ditemani,” ujar dia.

Baca juga: Beredar Foto Hasil Lab Habib Rizieq Positif Covid-19, Ini Kata FPI

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq dan mantunya Habib Hanif Alatas dipanggil ke kantor polisi, Selasa 1 Desember 2020. Namun, keduanya tak memenuhi panggilan polisi.

Habib Rizieq beralasan masih masa pemulihan setelah menjalani perawatan di RS Ummi. Sedangkan menantunya tak bisa hadir karena ada agenda lain.

(qlh)

  • #Polisi Panggil Habib Rizieq
  • #Kerumunan Habib Rizieq
  • #Polda Metro Jaya
  • #habib rizieq

Next Post

Satgas: Zona Merah Covid-19 Bertambah Hampir 2 Kali Lipat

Rab Des 2 , 2020
JAKARTA  – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan penanganan virus corona pada pekan ini harus menjadi pembelajaran serius untuk memperbaiki diri. Dari peta zonasi risiko per 29 November 2020, jumlah daerah yang masuk zona merah bertambah cukup banyak. Daerah zona merah atau risiko tinggi naik menjadi […]