Pilkada di Solo, Ada Surat Suara Pilih Gisel

https: img.okezone.com content 2020 12 11 512 2325535 pilkada-di-solo-ada-surat-suara-pilih-gisel-2Ln2nNknuW.jpg

SOLO – Calon perseorangan dari jalur independen Bagyo Wahyono kalah telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08 Penumping Laweyan Solo, dalam Pilkada Solo, Rabu (9/12/2020). Namun, ada salah satu surat suara yang dianggap tidak sah karena justru dicorat-coret ‘Pilih Gisel’ menggunakan spidol berwarna merah. 

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 08 Penumping Laweyan Solo saat dihubungi Solopos.com Kamis (10/12/2020) mengonfirmasi temuan surat suara yang tidak dicoblos pada gambar Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso atau Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo. 

Gambar kedua calon pada salah satu surat suara di TPS Bagyo Wahyono itu justru disilang. “Gambar dua pasangan calon disilang, terus ada tululisan ‘Pilih Gisel’. Kemarin sudah saya tunjukkan ke saksi juga dan surat suara itu tidak dicoblos,” papar Andre. 

Ia menambahkan tidak ada koordinasi lanjutan mengenai temuan surat suara pilih Gisel itu. Hanya saja surat suara yang memilih Gisel itu langsung dianggap tidak sah. Ia menjelaskan surat suara itu tidak sempat difoto oleh KPPS karena tidak sah. 

Baca juga: Perolehan 86,45% Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020 Gagal Tumbangkan Rekor Jokowi-Rudy

“Itu bukan bercanda, tetapi memang surat suara dicoret-coret dan ada tulisannya Pilih Gisel. Detail tulisan saya lupa-lupa ingat, mending pilih gisel atau pilih gisel yang jelas ada Pilih Gisel,” papar Andre.

Sebelumnya, Calon Wali Kota Solo di jalur perseorangan, Bagyo Wahyono, kalah telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08 Penumping, Laweyan, Solo, atau TPS tempatnya memilih. 

Pasangan Bagyo Wahyono dan F.X. Supardjo itu hanya memperoleh 58 suara yang membuat mereka kalah telak dari pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang memperoleh 146 suara. 

Andre Musono,memerinci pasangan nomor urut 01 atau Gibran-Teguh mendapat 146 suara. Lalu, Pasangan Bajo memperoleh 58 suara. Ia menjelaskan ada 428 daftar pemilih tetap, namun sebanyak 179 orang tidak datang ke TPS. Lalu, total surat suara yang keluar sejumlah 249 dengan perincian 45 surat suara tidak sah.

“Kalau yang tidak datang kebanyakan berada di luar Kota Solo. Ada yang sedang kuliah dan bermacam-macam,” papar Andre.

Berdasarkan pantauan Espos para pendukung bersorak sorai saat pasangan nomor dua atau Bajo memperoleh dukungan. Namun, mereka menerima saat pasangan Bajo kalah telak di TPS tempat Bagyo memilih.

1
2

  • #Solo
  • #Unik
  • #Pilkada 2020
  • #Pilkada Solo

Next Post

Habib Rizieq Tersangka, MUI Imbau Masyarakat Tenang amp; Berpikir Jernih

Jum Des 11 , 2020
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berpikir jernih setelah Polda Metro Jaya menetapkan tersangka Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. “MUI mengimbau dan mengharap agar masyarakat bisa tenang dan menghadapi masalah ini secara jernih dan mendukung pihak kepolisian untuk benar-benar bisa menegakkan hukum secara […]