Pilkada 2020 di Tengah Pendemi Covid-19, Partai Golkar Ubah Strategi Kampanye

https: img.okezone.com content 2020 08 16 337 2262882 pilkada-2020-di-tengah-pendemi-covid-19-partai-golkar-ubah-strategi-kampanye-I7v7hvH6B9.jpg

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa partainya akan mengubah strategi kampanye, seiring dengan Pilkada 2020 yang datang di tengah Pandemi Covid-19.

“Kita pemilu dalam situasi new normal sehingga tentu diharapkan dalam pemilu ini kampanyenya berbeda dengan pemilu sebelumnya, dan dalam pertemuan dengan KPU dan Bawaslu, media untuk kampanye adalah untuk meyakinkan pada masyarakat pentingnya perubahan perilaku dalam new normal,” jelasnya.

Airlangga Hartarto mengatakan mekanisme pertemuan di pilkada tahun ini juga dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, pertemuan secara langsung dan terbatas. Kedua, pertemuan secara daring.

“Dan kedua tentu mekanismenya hybrid antara pertemuan terbatas dan pertemuan melalui zoom dan yang lain, dan juga kegiatan yang terkait door to door dan yang lain,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan Airlangga dalam Acara Bimbingan Teknis Pendidikan Politik Partai Golkar Sosialisasi Peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada Serentak 2020 tahap ke-4 untuk wilayah Sumatera.

Aara ini ini juga dihadiri Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Bendahara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto, Ketua Fraksi Partai Golkat di DR Kahar Muzakir dan para Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, diantaranya; Azis Syamsuddin, Ahmad Doli Kurnia dan Nurdin Halid.

Selain itu, Partai Golkar juga tengah menyiapkan sekolah pemerintahan dan kebijakan publik atau Golkar Institut. Tujuan pembentukkan dari Golkar Institut ini adalah untuk melakukan pendidikan politik dan pengkaderan, serta rekrutmen politik yang efektif guna menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang sosial, politik dan ekonomi.

“Golkar akan menyiapkan Golkar Institut. Sekolah kebijakan publik dan pemerintahan, dimana lembaga ini akan menyelenggarakan kursus-kursus singkat maupun jenjang magister (S-2),” kata Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian itu juga mengungkapkan Golkar Institut akan diluncurkan pada awal tahun depan. “Konsepnya seperti school of public policy, jadi seperti lembaga think-thank. konsepnya nanti dilihat saja pas nanti diluncurkan,” ujarnya.

(kha)

  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Covid-19
  • #Partai Golkar
  • #Virus Corona
  • #Pilkada 2020


Loading…

Next Post

Marak Eksploitasi Anak, Polda NTB Terjunkan Polwan

Ming Agu 16 , 2020
JAKARTA – Fenomena pekerja anak sebagai pedagang asongan merupakan masalah yang kompleks dan masih terjadi sampai saat ini. Padahal di usia anak-anak, merupakan usia yang seharusnya fokus untuk bersekolah selain sangat rentan mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi seksual. Berangkat dari keprihatinan terhadap situasi ini, Polwan Polda Nusa Tenggara Barat dan […]