Peran Besar Malik Fadjar dalam Reformasi amp; Modernisasi Pendidikan

https: img.okezone.com content 2020 09 08 337 2274121 peran-besar-malik-fadjar-dalam-reformasi-modernisasi-pendidikan-YE632NEY9n.jpg

JAKARTA – Akademisi Profesor Azyumardi Azra merasakan duka mendalam atas meninggalnya mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Abdul Malik Fadjar. Mantan Rektor UIN Jakarta ini mengatakan Malik Fadjar merupakan salah satu tokoh reformasi yang meminta Presiden Soeharto mundur dari kekuasaannya.

Selain itu, Malik Fadjar pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada Kabinet Gotong Royong. Lulusan tahun 1972 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Sunan Ampel Malang ini pernah juga menjabat Menteri Agama (Menag) pada tahun 1998-1999 di Kabinet Reformasi Pembangunan.

“Sebagai Menag, Mendikbud, Menko Kesra dan anggota Wantimpres, Prof Malik berperan besar dalam reformasi dan modernisasi pendidikan Indonesia, legacy sangat penting untuk kemajuan Indonesia,” kata Azyumardi dilansir dari Sindonews.com, Senin (7/9/2020).

Karenanya, Azyumardi mengaku sangat kehilangan salah satu guru bangsa ini. “Rektor Unmuh Malang, UMS dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Insya Allah almarhum husnul khatimah,” tutup Prof Azyumardi Azra.

Baca Juga : Malik Fadjar Wafat, Din Syamsuddin: Pemikirannya Mewarnai Muhammadiyah

Diketahui, Abdul Malik Fadjar meninggal dunia, sekira pukul 19.00 WIB. Dia meninggal dalam usia 81 tahun. Malik Fadjar mengawali karier sebagai guru SD di Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB), sampai kemudian menduduki posisi puncak sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Semasa hidupnya, almarhum juga masih sempat aktif kembali mengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang.

(aky)

  • #Abdul Malik Fadjar
  • #Reformasi
  • #obituari
  • #Abdul Malik Fadjar meninggal dunia
  • #Azyumardi Azra
  • #Malik Fadjar

Next Post

Usai jalani tes kesehatan Zainal langsung menyantap buras

Sel Sep 8 , 2020
Tarakan – Kandidat Calon Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang usai menjalani tes kesehatan hampir delapan jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan langsung menyantap buras makanan khas Bugis dan Makassar. Dia mendatangi warung yang ada di sekitar RSUD Tarakan untuk minum kopi dan kebetulan tersedia buras langsung […]