Pentingnya Sinergi Komunitas Agama dan Ormas Dalam Tangani Covid-19

https: img.okezone.com content 2020 11 25 337 2315598 pentingnya-sinergi-komunitas-agama-dan-ormas-dalam-tangani-covid-19-MBvfRW3qd9.jpg

JAKARTA – Sinergi antara komunitas agama maupun organisasi masyarakat (ormas) adalah prinsip utama bagi pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Peran sertanya dibutuhkan bagi Satgas Penanganan Covid-19 dalam melakukan komunikasi publik.

“Sejak awal Satgas berusaha melakukan komunikasi publik yang spesifik terhadap karakteristik masyarakat. Akan tetapi hal ini tidak akan mudah jika prosesnya tidak melibatkan gate keeper komunitas tersebut,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Oleh karena itu, Satgas menyampaikan apresiasi seting-tingginya kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) serta beberapa ormas lainnya yang membantu meringankan beban pemerintah dengan menyampaikan satu narasi.

“Yaitu tekan penularan Covid-19 dengan protokol kesehatan, yang disesuaikan dengan rincian kegiatannya masing-masing,” ujarnya.

Satgas Covid-19 berharap semakin banyak komunitas di masyarakat yang bisa tergerak untuk bekerjasama dengan pemerintah, untuk sama-sama membangun kedisiplinan masyarakat yang dapat dimulai dari lingkungannya masing-masing.

“Kami tekankan, Satgas Covid-19 terbuka dengan semua kerjasama, khususnya terkait untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga : Satgas Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Libur Akhir Tahun

Selain itu, secara rutin Satgas Covid-19 pusat berkomunikasi dengan satgas Covid-19 di setiap daerah dan selalu menekankan prinsip non diskriminatif, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19

Satgas daerah harus berprinsip teguh untuk melakukan upaya pengendalian tanpa pandang bulu, termasuk saat melakukan penjaringan kasus dengan melakukan testing dan tracing terhadap siapapun yang mengikuti kegiatan kerumunan.

“Saat ini beberapa daerah sedang melakukan penjaringan, dan kami masih memantau perkembangannya. Bukti konkrit kami membantu memenuhi ketersediaan rapid test swab antigen,” katanya.

Selain itu, diketahui pula peserta kerumunan-kerumunan diikuti masyarakat yang berusia muda. Bahwa kebanyakan penderita Covid-19 tidak bergejala, adalah usia muda dan memiliki potensi menularkan kepada orang disekitarnya termasuk di rumahnya.

Untuk itu, Wiku mengajak para orang tua, pihak RT/RW setempat untuk dapat menyampaikan pesan terhadap kaum muda yang berpartisipasi dalam kegiatan kerumunan agar mau mengikuti tes pemeriksaan.

“Ingat, bahwa apabila seseorang terlihat sehat, bukan berarti mereka terbebas dari Covid-19. Karena adanya kasus positif yang tidak menampakkan gejala apapun,” ucapnya.

1
2

  • #Covid-19
  • #ormas
  • #Virus Corona

Next Post

AppsFlyer Launches 19th Global Office in Sydney to Tap on ANZ's AUD7.79 Billion Mobile Marketing Potential and Thriving Local App Industry

Rab Nov 25 , 2020
SYDNEY, Nov 25, 2020 – (ACN Newswire) – AppsFlyer, the global attribution and marketing analytics leader, today announced its official expansion into Australia and New Zealand (ANZ) with its first office opening in Sydney – making this its 19th office worldwide. AppsFlyer counts design giant Canva, neobank 86:400, and fitness […]