Penjelasan Mengapa Penembakan Anggota Laskar FPI Dikategorikan Pembunuhan di Luar Hukum

https: img.okezone.com content 2021 01 09 337 2341424 penjelasan-mengapa-penembakan-anggota-laskar-fpi-dikategorikan-pembunuhan-di-luar-hukum-J5Dh17z0Gh.jpg

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) menilai peristiwa penembakan terhadap anggota FPI terindikasi tindakan unlawful killing atau pembunuhan yang terjadi di luar hukum.

Temuan tersebut didapat berdasarkan hasil pemantauan dan tim penyelidikan Komnas Ham yang disampaikan pada Kamis (8/1/2021) kemarin.

Ketua Tim Penyelidikan sekaligus Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, peristiwa tewasnya anggota FPI tersebut terbagi menjadi dua. Pertama baku tembak yang menewaskan dua orang. Kemudian peristiwa kedua empat orang lainnya yang masih hidup, tewas dalam penguasaan petugas.

“Bahwa terdapat 6 (enam) orang yang meninggal dunia dalam dua konteks peristiwa yang berbeda. Insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan 2 (dua) orang Laskar FPI subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api,” kata Anam dalam keterangan resminya.

Adapun kata dia, terkait peristiwa KM 50 terhadap empat orang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran HAM.

“Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawfull killing terhadap ke 4 anggota Laskar FPI,” ujarnya.

Sebagai informasi, Komnas Ham bergerak untuk mengungkap peristiwa bentrokan FPI dan Polisi pada 7 Desember 2020 lalu dengan membentuk tim penyelidikan sesuai mandat Komnas HAM Pasal 89 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Adapun dalam perjalanan penyelidikan tersebut Komnas Ham mengumpulkan sejumlah temuan dilapangan mulai dari proyektil, slongsong peluru, bagian peluru, pecahan mobil, hingga beberapa benda lainnya dari bagian mobil yang terlibat dalam peristiwa bentrokan.

Selain itu, Komnas Ham juga meminta keterangan dari berbagai pihak seperti kepolisian, siber, inafis, dan juga FPI.

Bukti lain yang didalami selain itu juga ada 9.942 video dan 137 ribu foto yang berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut.

(kha)

  • #pelanggaran ham
  • #komnas ham
  • #Laskar FPI
  • #FPI
  • #Laskar

Next Post

California Catatkan 1.000 Kematian Akibat Covid-19 dalam 2 Hari

السبت يناير 9 , 2021
PUSAT Sumber Data Virus Corona Universitas Johns Hopkins melaporkan California mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19 dalam periode dua hari, Kamis (7/1/21), dan Amerika Serikat melaporkan rekor satu hari: 3.865 orang Amerika meninggal pada Rabu (6/1). Angka yang suram itu diumumkan sementara hampir 6 juta orang Amerika telah divaksinasi […]