Pengobatan Pungusiran Genderuwo Mencelakakan Warga amp; Sudah Ketinggalan Zaman!

TEMANGGUNG – Bupati Temanggung Al Khadziq mengajak masyarakat menggunakan akal sehat untuk meninggalkan kepercayaan bahwa anak aktif dan nakal harus dilakukan pengusiran roh atau genderuwo.

“Kepercayaan dan cara-cara pengobatan ini jelas-jelas mencelakakan masyarakat. Metode pengobatan (pengusiran genderuwo) sudah ketinggalan zaman,” kata Al Khadziq, Kamis (20/5/2021).

Al Khadziq mengatakan kasus Ais sebagai yang terakhir. Tidak ada lagi kasus ritual pengusiran roh halus apalagi sampai memakan korban harus. Kepercayaan kerasukan roh harus ditinggalkan.

Dia mengatakan sebenarnya Pemkab Temanggung tidak henti-hentinya memberikan penyadaran pada masyarakat, untuk meninggalkan kepercayaan tersebut.

Dia menyampaikan permasalahan anak adalah permasalahan tumbuh kembang. Pada fase tertentu anak sangat aktif dan ini yang oleh masyarakat dipercaya kerasukkan roh. “Masyarakat untuk dapat konsultasi tentang tumbuh kembang anak pada kelembagaan yang ada,” kata dia.

Kelembagaan itu, dikatakanya, seperti guru-guru di sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan seterusnya. Konsultasi bisa juga melalui puskesmas, bidan desa, penyuluh KB dan pendamping KB. “Kelembagaan itu mampu untuk asistensi dan fasilitasi keluarga berencana terutama tumbuh kembang anak,” kata dia.

Al Khadziq mengajak pada masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas dan kelembagaan negara yang ada untuk peningkatan kesejahteraan keluarga baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Baca Juga : Ritual Usir Genderuwo Supaya Anak Tidak Nakal, Kakek Korban: Cucu Saya Lincah & Baik!

“Petugas juga harus aktif, sehingga kepercayaan kerasukkan roh halus dan praktek mengusirnya terkikis dan hilang,” kata dia.

Seperti diberitakan Ais (7) warga Dusun Paponan Desa Bejen Kecamatan Bejen Temanggung ditemukan meninggal Minggu (16/5/2021). Ia menjadi korban praktek pengusiran roh halus yang dilakuka dua orang korban Mar (42) dan Suw (38) berikut dukun supranaturalis, Har (56) dan asistennya Bud (43).

(aky)

  • #Ritual Pengusiran Roh
  • #Temanggung
  • #Ritual Usir Genderuwo

Next Post

Tradisi Warga Lereng Merapi Rayakan Lebaran Ketupat dengan Mengarak Sapi

Jum Mei 21 , 2021
BOYOLALI – Warga lereng Gunung Merapi merayakan lebaran ketupat dengan mengarak hewan ternak mereka dalam acara bakdan sapi atau lebaran sapi. Warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk, menjalankan tradisi unik tersebut sepekan usai Hari Raya Idul Fitri. Namun, suasana agak berbeda tahun ini lantaran pandemi virus corona (Covid-19) masih melanda. Karena […]