Penerapan quot;Emergency Brakequot; di Jakarta Lebih Efektif Jika Diikuti Kota Penyangga

https: img.okezone.com content 2020 08 28 338 2268734 penerapan-emergency-brake-di-jakarta-lebih-efektif-jika-diikuti-kota-penyangga-3DP2vhdS4h.jpg

JAKARTA – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdul Aziz menganggap bahwa kebijakan emergency brake perlu diterapkan di Jakarta. Asalkan, sambung Aziz, sudah ada kajian yang jelas dan matang sebelum memutuskan untuk melakukan emergency brake.

Aziz menjelaskan perlunya diterapkan kebijakan darurat emergency brake di saat seperti ini. Sebab, ia berpandangan mayoritas masyarakat khususnya di Jakarta mulai abai dengan protokol kesehatan.

“Menurut saya, emergency brake perlu tapi harus dibuat kajiannya pada sikon seperti apa perlu diberlakukan, karena masyarakat sekarang sudah mulai bosan berdisiplin dan abai akan bahaya corona. Dengan catatan, bahwa ini harus diikuti juga oleh daerah sekeliling Jakarta agar lebih efektif,” kata Abdul Aziz saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (28/8/2020).

Lebih lanjut, Aziz juga meminta agar Pemprov DKI mempersiapkan dengan matang segala resikonya jika ingin melakukan emergency brake. Salah satunya yakni segi ekonomi yang bakal berdampak sangat parah jika diberlakukan emergency brake.

“Konsekuensinya ekonomi. Karena itu, memang harus dipersiapkan matang-matang, jangan sampai menjadi bumerang bagi pemerintah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, angka konfirmasi kasus positif Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan setiap harinya. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta selalu menjadi provinsi penyumbang kasus corona terbanyak di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat menyatakan akan menerapkan kebijakan darurat yakni emergency brake jika kasus konfirmasi positif Covid-19 terus mengalami lonjakan di Ibu Kota. Implikasi dari kebijakan emergency brake, seluruh aktivitas sosial-ekonomi akan kembali ditutup seperti awal PSBB.

Baca Juga : Lousiana Amerika Serikat Dihantam Badai Laura dengan Kecepatan 240 Km/Jam

Baca Juga : 7 Pejabat Pemprov DKI Jakarta Positif Corona

“Saya ingatkan pada semua jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake,” ujar Anies, Minggu, 12 Juli 2020.

“Bila itu terjadi, maka kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus,” tegas dia.

(aky)

  • #Indonesia Lawan Corona
  • #Virus Corona
  • #Penanganan Virus Corona
  • #DPRD DKI Jakarta
  • #Covid-19
  • #Emergency Brake

Next Post

Tai Hing's 2020 Interim Revenue Was Approximately HK$1,316.9 Million with EBITDA at HK$117.1 million and Profit Attributable to Owners of the Company Was HK$8.4 Million

Jum Agu 28 , 2020
HONG KONG, Aug 28, 2020 – (ACN Newswire) – Tai Hing Group Holdings Limited (stock code: 6811), a multi-brand casual dining restaurant group with roots in Hong Kong and a network of more than 200 restaurants in Hong Kong, Mainland China, Macau, and Taiwan, has just announced its interim results […]