Pemkot Bekasi Kirim Surat ke Dirjen Perkeretaapian soal Temuan Benda Cagar Budaya

https: img.okezone.com content 2020 08 12 338 2261326 pemkot-bekasi-kirim-surat-ke-dirjen-perkeretaapian-soal-temuan-benda-cagar-budaya-IQymQxUeqx.jpg

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan akan menindaklanjuti temuan dugaan benda cagar budaya berupa struktur bata, yang didapati di area proyek pembangunan kereta double-double track Manggarai-Bekasi-Cikarang.

Kepala Disparbud Kota Bekasi, Tedi Hafni mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah terkait dengan penemuan tersebut. Salah satunya, dengan mengirimkan surat ke dirjen perkeretaapian kemenhub untuk dilakukan kajian dan rekomendasi atas temuan itu.

“(Surat) itu untuk segera mengundang tim ahli balai pelestarian cagar budaya Banten atas temuan dugaan cagar budaya dalam waktu dekat, sehingga tidak menghambat proses pembangunan yang dilakukan dirjen perkeretaapian,” ungkap dia kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

 Baca juga: Ada Bangunan Bersejarah, Sebagian Proyek Revitalisasi Stasiun Bekasi Dihentikan

Selain itu, pihaknya juga melayangkan surat ke direktur PT Istaka Minarasindo untuk mengamankan temuan dugaan benda cagar budaya berupa batu bata dan jendela kayu, agar tidak dilakukan pembongkaran yang dapat mengubah keaslian sebelum ada kajian.

“Informasi dari PT Istaka menyatakan proyek pembangunan Stasiun Bekasi akan berjalan terus sesuai rencana, sedangkan lokasi bangunan dipastikan tidak akan dirusak, dan dibongkar sebelum ada kajian dan rekomendasi dari BPCB Banten,” ujar dia.

 Baca juga: Ini Langkah Pemkot Terkait Bangunan di Bawah Tanah Stasiun Bekasi

Pemkot Bekasi juga, kata dia, telah mengusulkan benda dugaan cagar budaya tersebut untuk disusun ulang dan akan disimpan di ruang Heritage Stasiun Kota Bekasi sebagai objek wisata sejarah dan arkeologi.

“Setelah disusun dan dipasang kembali, masyarakat pengguna kereta api nantinya bisa melihat dua cagar budaya dengan narasi fakta sejarah didukung dokumentasi saat ditemukannya dua cagar budaya tersebut,” beber dia.

Selanjutnya, pihaknya juga telah menyurati Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Banten untuk melakukan kajian dan rekomendasi atas temuan dugaan cagar budaya.

“Nantinya proses penelitian dan rekomendasi BACB Serang Banten akan didampingi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi serta Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bekasi,” kata dia.

Diketahui, pada Senin 10 Agustus 2020 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi telah meninjau langsung temuan tersebut. Dan mengarahkan agar jika itu merupakan temuan sejarah, maka harus diabadikan, karena merupakan suatu benda langka.

Temuan itu antara lain, dua bangunan struktur bata sepanjang 15 meter dengan ukuran batu bata panjang 28 cm lebar 15 cm, dan ketebalan 5 cm. Diduga dibangun pada Abad ke-19 atau awal Abad Ke-20. Namun belum bisa dipastikan bentuk bangunan di dalamnya.

Dugaan sementara dua area batu tersebut adalah gorong-gorong saluran air dan pondasi Stasiun Bekasi lama. Keduanya merupakan temuan penting untuk mengungkapkan sejarah stasiun Kereta Api yang dibangun lebih dari satu abad lalu.

Gorong-gorong kemungkinan terhubung dengan parit sisi selatan stasiun (pinggir jalan Ir H Juanda) dari sana air mengalir ke Kali Bekasi. Untuk memastikan perlu dilakukan penelitian oleh para ahli dari lembaga kompeten di bidangnya.

1
2

  • #Stasiun Bekasi
  • #Balai Pelestari Cagar Budaya
  • #Cagar Budaya
  • #Kota Bekasi
  • #Bangunan Cagar Budaya


Loading…

Next Post

Truk Alami Kecelakaan Tunggal di Tol Jakarta-Tangerang

Kam Agu 13 , 2020
JAKARTA – Kecelakaan tunggal menimpa kendaraan truk di Jalan Tol Jakarta-Tangerang KM 01, Kamis (13/8/2020), dini hari. Petugas call center Jasa Marga, Ahmad membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini, lanjut dia, kecelakaan tersebut telah selesai ditangani petugas. “Kecelakaan sudah selesai ditangani petugas,” kata Ahmad saat dihubungi Okezone. Ahmad memastikan, tak […]