Pemerintah Terapkan Prokes kepada Pengungsi Terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok

https: img.okezone.com content 2020 11 29 340 2318444 pemerintah-terapkan-prokes-kepada-pengungsi-terdampak-erupsi-gunung-ile-lewotolok-qglKPbkDpL.jpg

KUPANG – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, bagi ribuan pengungsi terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali mengatakan, penerapan protokol kesehatan bagi para pengungsi tersebut dimaksud agar tidak terjadi penularan baru yang akan membuat klaster penularan pengungsi.

Baca juga:

21 Ribu Warga Mengungsi Imbas Erupsi Gunung Ile Lewotolok   

Lebih 2.000 Warga Terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok Mengungsi

Petugas medis, kata Paskalis, mengukur suhu setiap orang di lokasi pengungsian secara saksama. Jika ditemukan ada yg bergejala, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dan dipisahkan dari rombongan pengungsi lainnya. Tidak hanya itu, terhadap pengungai yang dinilai rentan, juga akan dipisahkan untuk ditangani lebih komperhensif.

“Kami jamin protokol kesehatan yang kami terapkan sejak awal pengungsi tiba akan mampu memutus penyebaran penyakit ini,” katanya.

Jumlah pengungsi yang sudah berada di lokasi pengungsian disediakan pemerintah setempat mencapai lebih dari 2.000 orang. Jumlah ini diyakini akan terus bertambah karena terdapat 26 desa dari dua kecamatan tang terdampak bencana ini.

Diketahui Gunung Api Ile Lewotolok mengalami erupsi pertama pada tanggal 27 November 2020 pukul 05:57 Wita dengan tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 500 m di atas puncak (± 1.923 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dengan durasi erupsi tidak teramati jelas karena diikuti tremor menerus.

Kemudian terjadi erupsi kedua pada tanggal 29 November 2020 pukul 09:45 Wita dengan tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 4.000 m di atas puncak (± 5.423 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat di kolom bagian bawah dan ke arah timur di kolom bagian atas. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi erupsi 10 menit dan diikuti tremor menerus. Karena kondisi ini, status gunung tersebut dinaikan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga).

Data pemantauan tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih tinggi dan berpotensi untuk mengalami erupsi susulan.

1
2

  • #BMKG
  • #Erupsi Gunung
  • #NTT
  • #Gunung Ili Lewotolok
  • #Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Next Post

KPU Berencana Hadirkan Petahana Mohammad Idris secara Virtual pada Debat Kedua Pilkada

الأثنين نوفمبر 30 , 2020
DEPOK – Kondisi Mohammad Idris saat ini sudah mulai membaik. Tim sukses pasangan nomor urut 01 itu pun berharap agar Idris tetap bisa mengikuti debat secara virtual. “Sudah ada pembahasan dengan KPU dan kami diwakili oleh laison officer (LO),” kata Ketua Tim Pemenangan Idris-Imam, Hafid Nasir, Minggu (29/11/2020). Diketahui bahwa […]