Pemerintah dan Rizieq Shihab Sama-Sama Diuntungkan Jika Berdialog

https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321338 pemerintah-dan-rizieq-shihab-sama-sama-diuntungkan-jika-berdialog-vrIbOD10bO.jpg

JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio menilai bahwa Pemerintah dan Rizieq Shihab akan sama-sama diuntungkan apabila menggelar dialog.

Rizieq Shihab dalam ceramahnya di acara Reuni 212 mengajak semua pihak menghentikan segala kegaduhan. Dia juga membuka pintu dialog agar keadaan kembali kondusif.

“Kalau dia mau berdialog dengan pemerintah, anggotanya juga tenang, dua-duanya diuntungkan, HRS bisa tetap berdakwah, pemerintah juga bisa menjalankan UU dan berkonsetrasi pada hal-hal lain seperti Papua dan masalah di Makassar,” kata Hendri saat dihubungi MNC Media, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Menurut Hendri, kedua belah pihak akan diuntungkan, lantaran di satu sisi, anggota FPI pun akan tenang, dan pemerintah juga bisa fokus melakukan kerja-kerjanya terkait sejumlah persoalan yang mengemuka saat ini.

Namun, ia menilai bahwa persoalan permintaan dialog Rizieq ini bukan lantaran dia sudah melemah atau tidak, tapi hal ini justru bagaimana gaya kepemimpinan HRS yang ditentukan di sini. Aapakah benar seorang HRS ini mau berdialog dengan pemerintah.

“Ini bukan masalah melemah atau tidak, tapi justru kepemimpinan seorang HRS ini ditentukan di sini, dia mau nggak berdialog dengan pemerintah,” ujar Hendri.

Sebelumnya, Rizieq menyebut bahwa saling kritik dan saling menasehati adalah hal yang biasa. Untuk itu dia meminta hentikan segala ‘rekayasa’ untuk meruntuhkan tatanan demokrasi dan tatanan hukum bangsa dan negara.

“Setop kegaduhan, stop ketidakadilan,” ucap Rizieq.

(kha)

  • #Pemerintah
  • #Polda Metro Jaya
  • #rizieq shihab
  • #habib rizieq

Next Post

Satgas Sebut Libur Panjang Picu Penurunan Disiplin Prokes Covid-19

Jum Des 4 , 2020
JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terjadi usai libur panjang 28 Oktober-1 November 2020.  “Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum […]