Pelarian Suami Pembunuh Anak Istri: Nangis, Tenggelamkan Speedboat, Minum Racun

https: img.okezone.com content 2020 10 05 340 2288918 pelarian-suami-pembunuh-anak-istri-nangis-tenggelamkan-speedboat-minum-racun-GaSUDcokTR.jpg

PONTIANAK – Pelarian Al berakhir. Pria 49 tahun asal Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini sudah mendekam di Rutan Mapolresta Pontianak. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap SS (39) istri ketujuhnya dan GB (19) anak tirinya.

Banyak kisah pelarian diri dari Al ini. Mulai dari menangis, memberi semua usaha kepada anaknya, menenggelamkan kapal cepat (speedboat), hingga minum racun.

Setelah menghabisi nyawa dua orang sekaligus di kediaman korban di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Senin 21 September 2020 dini hari, Al ternyata kembali ke rumah istri barunya. Yakni yang ke-8, di Rasau Jaya.

Sebelum sampai di Rasau Jaya, Al menelepon anak kandungnya yang berinisial F. Dalam sambungan telepon itu, Al meminta F menyiapkan speedboat yang biasa digunakan untuk usaha transportasi air.

“Setelah melakukan aksinya, pelaku lari ke rumahnya di Rasau Jaya. Dengan menghubungi putranya agar disiapkan speedboat beserta bensin cadangan,” kata Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin menceritakan akhir kisah pelarian Al, kemarin.

Sekitar 40 liter bensin yang minta disiapkan Al. Selain itu Al juga meminta disiapkan pakaian. Setibanya di Rasau Jaya, Al menitip pesan untuk menjaga ibunya (istri Al ke-8) yang baru melahirkan anak.

“Setiba di Rasau, pelaku bertemu dengan anak dan istrinya. Paku sempat berpamitan untuk pergi dalam waktu yang cukup lama,” kata Komarudin.

Baca Juga: Bunuh Istri dan Anaknya, Suami : Saya Sayang Dia

Sebelum meninggalkan keluarganya, Al juga menitipkan semua usahanya untuk dijalankan F. Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, kata Al kala itu: “Semua usaha Bapak, kamu urus untuk kamu. Jaga Umi dan adik bayi”.

Al kemudian melepas sandaran speedboat itu. Ia mengemudi sendirian speedboat miliknya itu ke arah perhuluan sungai. “Sesampainya di kawasan yang lewat dari Terentang, pelaku menepi dan menenggelamkan speedboat itu untuk menghilangkan jejak. Ini speedboatnya masih kita cari,” tutur Komarudin.

Dalam perjalanannya, Al baru jujur ke F. Ia menceritakan apa yang terjadi dengan SS, yang juga dipanggilnya Umi di hadapan anak-anaknya. Ia menceritakan hal itu kepada F, sambil menangis.

Dalam pelariannya, Al berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Tim yang disebar mengendus keberadaan Al di Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Al terus dikejar. Sampai akhirnya dia berhasil diamankan di Sukalanting, Kecamatan Sungai Raya.

“Di sanalah akhir dari pelatian pelaku. Dia diamankan di sana oleh tim kami yang dipimpin Kasat Reskrim,” jelasnya.

Namun saat hendak diamankan, Al meminum racun rumput yang memang sudah disiapkannya. Beruntung, anggota Jatanras sigap dan langsung menepis tangan Al. Sehingga tak semua racun itu diminumnya. “Alhamdulillah, berhasil kami selamatkan,” kata Komarudin.

Dari Sukalanting, Al dilarikan ke Rumah Sakit TNI AU (RSAU) dr. Mohammad Sutomo Lanud Supadio yang terdekat dari lokasi penangkapan. Kemudian Al dibawa ke RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar. Di sana, kondisinya mulai membaik.

Kepolisian pun, mulai melakukan pemeriksaan terhadap Al untuk mwngungkap misteri kematian SS dan GB yang sempat menghebohkan ini, sejak Rabu 23 September 2020.

Al yang diketahui residivis kasus penganiayaan ini dianggap cukup lihai untuk menghilangkan jejak. Mulai dari jejak digital dan jejak kakinya, sukar ditemukan. Namun, sepandai-pandainya dia, lebih pandai lagi tim Jatanras yang berhasil mengungkap kasus ini.

Kini, Al masih mendekam di Rutan Polresta Pontianak sambil menunggu proses selanjutnya. Dia dijerat Pasal 340 dan atau 338 dan atau 351 dengan hukuman pidana seumur hidup.

Komarudin mengatakan, sejauh ini belum ada indikasi yang membantu pelaku. Pihaknya sudah melakukan pendalaman kepada beberapa orang yang mengetahui kepergian pelaku.

“Kita sudah mendalami anak dan salah satu istri pelaku serta keluarga pelaku. Pelaku tidak menghubungi siapapun. Sarana yang dipakai untuk komunikasi dibuang dan hingga sampai saat ini masih dalam pencarian,” tutupnya.

Dengan terungkapnya kasus ini, dapat mematahkan spekulasi warga dan informasi liar di media sosial yang mengatakan bahwa Al ketahuan SS saat hendak berbuat tak senonoh terhadap GB. Sehingga kedua-duanya dihabisi.

Yang pasti, kepolisian sudah memastikan bahwa pembunuhan yang terjadi Senin 21 September 2020 dini hari ini, lantaran Al sakit hati kepada SS yang terus minta diceraikan.

Kemudian pengakuan Al yang tega membunuh SS, karena dia sayang dan tak mau ada orang ketiga yang merusak hubungan mereka. Namun, emosinya meluap. Sehingga kedua orang di rumah –yang masih di-police line– dihabisi dengan kejam.

1
2

  • #Polres Pontianak
  • #Pembunuhan Anak Istri
  • #Pembunuhan di Kalbar
  • #pembunuhan

Next Post

PWI Pusat undang bupati/wali kota yang komit kebudayaan

Sen Okt 5 , 2020
Jakarta – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengundang bupati/ wali kota di seluruh Indonesia yang komit pada kebudayaan untuk menghadiri kegiatan penjelasan umum tentang acara Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/ Wali Kota pada Hari Pers Nasional 2020 di Jakarta pada Jumat, 9 Oktober 2020. […]